Mahasiswa KKM 16 Universitas Bina Bangsa (Uniba) menggelar sosialisasi anti bullying di 3 (tiga) Sekolah Dasar (SD) dan 1 (satu) Sekolah Menengah Pertama (SMP) 3 SD itu adalah SDN Wilulang, SDN Lebakgede, SD Wukir Tawu PLTU Kelurahan Lebakgede, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengurangi tindak kekerasan pada anak serta untuk menciptakan suasana yang nyaman dilingkungan sekolah. “Karena bullying merupakan salah satu faktor penghambat anak-anak untuk belajar dan perkembangannya juga dapat terganggu,” kata Nesya mahasiswa Uniba.
Nesya berharap, dengan adanya kegiatan ini dapat mengurangi tindak penindasan yang terjadi dikalangan anak-anak. Karena efek dari bullying ini sangat berpengaruh terhadap kepercayaan diri seorang anak dapat menyebabkan kehilangan masa depan anak yang menjadi korban dan Perilaku bullying dapat berdampak pada kesehatan mental, cedera fisik, hingga berujung bunuh diri. Bullying juga memiliki dampak buruk bagi pelaku yaitu pelaku menjadi individu yang agresif, tidak memiliki simpati, empati dan suka merendahkan orang lain.
Dalam kegiatan ini, Tim KKM 16 UNIBA menyampaikan pemahaman mengenai bullying, mulai dari menonton video animasi kemudian materi yang berisi pengertian, dampak negatif, hingga bentuk-bentuk perundungan yang sering terjadi baik secara verbal seperti mengancam, memaksa, mengejek/menghina dan mencaci maupun secara fisik seperti memukul, mendorong, mencubit, serta cara mencegah bullying dan lain sebagainya. Sosialisasi stop bullying dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menghentikan tindakan bullying yang terjadi secara tidak sadar di sekolah. Edukasi ini dikemas dengan cara yang interaktif sehingga siswa tidak hanya mendengarkan, tetapi juga ikut terlibat dalam berbagai aktivitas.
Salah satu kegiatan menarik dalam sosialisasi ini adalah tampil sebagai orator untuk berani menolak Bullying. Para siswa diminta maju kedepan untuk berorasi berani menolak segala bentuk bullying sebagai bentuk rasa percaya diri. Keberanian itu ditunjukan untuk berbuat baik, saling menghargai, dan menolak segala bentuk bullying. Anak-anak terlihat antusias disaat ada siswa yang berani lantang berorasi di depan teman-temannya untuk menolak bullying.. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab seputar bullying dan kuis pengetahuan umum. Beberapa siswa diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan dan mendapatkan apresiasi berupa hadiah. Suasana keceriaan semakin terasa ketika anak-anak bersemangat mengikuti permainan kecil dan ice breaking yang disiapkan oleh tim KKM 16 Uniba.
Suasana keceriaan semakin terasa ketika anak-anak bersemangat mengikuti permainan kecil dan ice breaking yang disiapkan oleh tim KKM 16 Uniba. Sebagai penutup, seluruh siswa diajak deklarasi bersama melalui video “stop bullying: bersama ciptakan lingkungan positif tanpa kekerasan dan perundungan” dan berfoto bersama di Frame Anti Bullying yang dihiasi kata-kata motivasi dan ajakan untuk menghentikan perundungan.
Foto bersama ini tidak hanya menjadi dokumentasi kegiatan, tetapi juga menjadi pengingat bagi siswa bahwa mereka telah berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Kegiatan sosialisasi ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Guru-guru menilai bahwa program ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman kepada siswa sejak dini mengenai pentingnya saling menghargai dan menjaga pertemanan. Harapannya, setelah kegiatan ini, siswa dapat menerapkan sikap saling peduli, berani menolak perundungan, serta menjaga suasana belajar yang harmonis. Melalui kegiatan sosialisasi anti bullying ini, Tim KKM UNIBA berupaya memberikan kontribusi nyata bagi terciptanya generasi yang berkarakter, berani, dan siap menjaga lingkungan sekolah dari segala bentuk perundungan.