SWARABANTEN - Sekolah hingga saat ini diyakini menjadi pusat rekayasa sosial, pembentukan karakter dan terwujudnya manusia berdaya guna.
Berangkat dari harapan itu SMAN 8 Kabupaten Tangerang yang berada di Kecamatan Cisoka melakukan upaya pembiasaan hidup bersih melalui gerakan sekolah aman, sehat, rindang, dan indah (ASRI).
"Ini berdasarkan program kementrian pendidikan dasar dan menengah yang kemudian dideklarasikan gubernur," kata Kepala SMAN 8, Agus Setyono.
Masih menurut penuturan Agus, pihaknya bukan sedang berlomba meraih sekolah Adiwiyata.
Kebiasaan baik harus menjadi budaya yang berkelanjutan dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan di masyarakat.
"Pembiasaan lebih penting dan utama dari sekedar meraih gelar sebuah kemenangan lomba," tegas pria yang terbiasa serba bersih dan teratur itu.
Dalam pandangan Agus, bila setiap orang atau lembaga terbiasa dengan hal-hal baik tidak sulit untuk merealisasikan sebuah tujuan.
Gerakan sekolah asri berlaku untuk seluruh sekolah di Banten, tidak ada alasan untuk tidak melaksanakannya.
"Andaikan kegiatan ini (sekolah sari-red) menjadi seleksi alami, kami sudah terbiasa dan siap bila diamanatkan mewakili Banten ke tingkat selanjutnya," ungkap Agus.
Memasuki areal sekolah yang bersih, indah, dan tertib itu dirasakan awak media saat menyambangi SMAN 8 Kabupaten Tangerang. Semua nampak teratur tanpa rekayasa, benar-benar terasa telah membudaya dan terbiasa.**

