Notification

×

Iklan

Dibangun Akhir 2019 Finishing 2020: Bupati Serang Berganti Sudah, Kondisi Pasar Tunjung Teja Masih Memprihatinkan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 8/25/2026 06:51:00 AM WIB Last Updated 2026-08-24T23:51:05Z


Kondisi pasar Tunjung Teja yang memprihatinkan, dokumen foto diambil pada Kamis (13/8/2026)


SWARABANTEN
- Hampir tujuh tahun sudah, Pasar Tunjung Teja, Kabupaten Serang, terkesan dibiarkan terbengkalai.


Dalam catatan yang ada, pasar yang berlokasi di Desa Tunjung Teja ini, dibangun dengan menggunakan APBD Kabupaten Serang tahun 2019 dan finishing di awal 2020.


Ironisnya, hingga kepemimpinan Tatu Chasanah berganti ke Ratu Zakiyah, kondisi pasar yang berdampingan dengan terminal Tunjung Teja ini, masih terbengkalai.


Pantauan SWARABANTEN pada Senin, 25 Agustus 2026, kondisi pasar tersebut masih belum ada tanda-tanda aktivitas kegiatan perekonomian.


Kondisi Memprihatinkan

Pasar yang dibangun, menjelang terpilihnya Ratu Tatu Chasan periode kedua ini, dengan anggaran sekitar Rp4,5 miliar, kini kondisinya kini memprihatinkan.


Bangunan pasar tersebut terlihat tidak terawat dan aktivitas perdagangan di dalamnya nyaris tidak berjalan.


Penelusuran SWARABANTEN sebelumnya, pada Kamis (13/8/2026), sejumlah fasilitas pasar tampak mengalami kerusakan dan tidak terpelihara.


Beberapa ruko terlihat tidak lagi memiliki rolling door, sementara sejumlah kWh meter juga dilaporkan sudah tidak tersedia.


Kondisi lingkungan pasar pun semakin memprihatinkan. Rumput liar dan ilalang tumbuh lebat mulai dari pintu masuk hingga bagian belakang pasar.


Bahkan, sejumlah tanaman kayu keras telah tumbuh hingga setinggi orang dewasa.


“Pasar ini hanya diisi beberapa pedagang saja. Itu pun biasanya pada hari Senin dan Kamis, hanya sampai sekitar pukul 09.00 WIB,” ujar seorang warga yang rumahnya berada tepat di seberang pasar.


Pengakuan Kepala Desa

Kepala Desa Tunjung Teja, Endang Mubarok, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler membenarkan kondisi pasar yang hingga kini belum berkembang sebagaimana yang diharapkan.


Menurut Endang, sejak awal pasar tersebut dibangun, pihak desa telah berupaya melakukan mediasi dengan para pedagang agar bersedia pindah dari pasar lama ke pasar baru.


“Awal dibangun, saya coba mediasi dengan para pedagang untuk pindah ke pasar yang baru. Waktu itu para pedagang mau pindah dan mengisi pasar tersebut,” kata Endang.


Namun, lanjutnya, setelah sekitar tiga bulan, sebagian besar pedagang kembali berjualan di pasar lama. Salah satu alasan yang disampaikan pedagang adalah minimnya pembeli di pasar baru.


“Berjalan tiga bulan, pedagang banyak yang kembali ke pasar lama karena menurut pedagang sepi pembeli. Sampai saat ini pasar tersebut terbengkalai,” ujarnya.


Penuturan Camat

Sementara itu, Camat Tunjung Teja Ade Ivan membenarkan bahwa kondisi Pasar Tunjung Teja saat ini belum berjalan secara optimal.


Ade mengatakan, pemerintah daerah sebelumnya telah memiliki rencana untuk menghidupkan kembali kawasan pasar tersebut.


Salah satu opsi yang sedang dibahas adalah pemanfaatan sebagian area pasar untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes).


“Beberapa bulan yang lalu pemerintah daerah berencana membangun Kopdes di lahan Pasar Tunjung Teja. Harapannya, ke depan pasar ini bisa hidup dan ramai dengan adanya Kopdes di situ,” ujar Ade saat dikonfirmasi di kantornya.


Menurutnya, survei lokasi juga telah dilakukan pemerintah daerah bersama Wakil Bupati Serang untuk melihat kemungkinan pemanfaatan area pasar tersebut.


Namun, realisasi rencana tersebut masih bergantung pada keputusan dan persetujuan pemerintah Desa Tunjung Teja sebagai pihak yang memiliki kewenangan atas wilayah setempat.


Sorotan Publik

Terbengkalainya pasar yang dibangun menggunakan anggaran publik tersebut kini menjadi perhatian warga.


Menurut pegiat kemasyarakatan, Suparman, mengoptimalkan pasar tersebut diperlukan langkah konkret dari pemerintah daerah dan pemerintah desa.


"Agar aset yang telah menghabiskan anggaran sekitar Rp4,5 miliar itu dapat kembali dimanfaatkan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.


Hingga berita ini dipublis, SWARABANTEN masih berupaya mengonfirmasi pihak Dinas yang berkaitan dangan pengelolaan pasar tersebut.**