Sengkarut Sembako di Lebak, Kemensos dan Bupati Lebak Jangan Tutup Mata

Posted by On Juni 17, 2020

Ipan Himawan: Program sembako Harus Diaudit

SwaraBanten.com Program sembako (bantuan sosial pangan), di Kecamatan Cijaku Kabupaten Lebak, masih mengecewakan sejumlah Keluarga penerima Manfa’at (KPM). Pasalnya, komoditi sembako yang mereka terima masih ada yang tak layak konsumsi.

Dikutip dari portal biem.co, CU dan warga lainnya di Desa Kandang Sapi, Kecamatan Cijaku, penerima manfaat, mengaku setiap bulannya selalu menerima telor busuk, buah-buahan busuk dan tempe busuk.

“Iya Pak bulan ini telor busuk, sudah dua kali, yang bulan kemarin mah dikasih tempe juga tapi tidak bisa dimakan karna busuk,” kata CU, Selasa, (16/6/2020), seperti dilansir biemco

Menyikapi persoalan ini, akademisi FE Untirta Ipan Himawan, sangat menyayangkan program yang ditujukan untuk perbaikan gizi masyarakat (KPM, red), masih saja ada masalah.

“Saya pantau dari berita media, kok di Lebak dan Pandeglang masih saja ada komoditas yang tak layak konsumsi dalam program sembako,” ujar Ipan, kepada SwaraBanten.com, Selasa (16/06/2020) malam
Menurut Ipan, kondisi ini jangan terus dibiarkan. Kemensos dan Bupati Lebak, jangan tutup mata, seolah tak ada masalah. Instansi yang berwenang harus segera benahi, apakah yang salah agen e-warong atau supplier sembako.
“Harus diaudit itu, salah agen e-warong atau suppliernya. Ini merupakan bentuk pengabaian terhadap warga tak mampu,” ujar Ipan, yang juga tercatat sebagai Ketua OKK DPD KNPI Banten.

Ipan mengaku, sebagai akademisi dan pengurus KNPI Banten, ia selalu memantau kegaduhan dalam sengkarut program sembako di Kabupaten Lebak.

“Saya memantau dari pemberitaan, kok kesannya amburadul amat ya. Dalam catatan saya, bukan hanya Cijaku, ada beberapa wilayah lain juga yang selalu bermasalah. Ini pihak Kementerian sosial dan bupati Lebak, melalui dinas yang terkait di daerah, jangan tutup mata,” tegas Ipan. (red)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »