Menengok P3-TGAI di Lebak Wangi, Waktu Mepet Pekerjaan Belum Selesai

Posted by On Juli 10, 2021


SwaraBanten
- Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) adalah program rehabilitasi, peningkatan, atau pembangunan Jaringan Irigasi dengan berbasis peran serta masyarakat petani yang dilaksanakan sendiri oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air, Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air atau Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air secara swakelola.

Praktek pelaksanaan program tersebut tak jarang selalu dihadapkan pada masalah, sebut saja persoalan spek dan molornya pelaksanaan penyelesaian pekerjaan, sesuai dengan waktu yang ditentukan.

Menindaklanjuti informasi yang diterima, pada Kamis (08/07/2021), SwaraBanten melakukan pemantauan pelaksanaan program ini di Kabupaten Serang, Kecamatan Lebak Wangi Desa Lebak Wangi. Diduga, pekerjaan proyek P3-TGAI di Desa ini, tidak akan selesai tepat waktu yang sudah ditentukan. Yang membuat sedikit aneh, walaupun pembangunan P3 -TGAI belum selesaia, tetapi prasasti sudah di pasang di  dua lokasi pembangunan P3 -TGAI.

Pada saat pemantauan, dari dua titik lokasi yang tidak berjauhan itu, nampak jelas pembangunan irigasi masih mangkrak dan belum diselesaikan. Baik pekerjaan plesteran bangunan maupun acian.

Selain itu, pembangunan P3AI juga ada dugaan menggunakan batu  cadas putih. Dan tidak layak untuk di pasang. Seharusnya batu yang di pasang itu menggunakan batu cakup yang diperbolehkan untuk pembangunan P3-TGAI ini malah menggunakan cadas putih.  

Menyikapi persoalan tersebut, Mansur selaku Sekdes Desa Lebak Wangi, yang juga menjabat Ketua Kelompok P3AI, saat ditemui Kantor Desa Lebak Wangi, mengaku bahwa pembangunan P3AI tersebut, belum habis waktunya dan masih ada sisa waktu  pekerjaan sekitar 10 hari lagi.

Menurutnya,  dengan sisa batas waktu 10 hari  itu pekerjaan akan segera diselesaikan dan smoga selesai tepat waktu. " Kita sedang upayakan kang,  semoga pekerjaan p3A1 dua titik di Desa Lebak Wangi bisa diselesaikan dan tidak ada kendala apapun," ujarnya

Ditanya terkait pekerjaan pembangunan menggunakan batu cadas putih, menurut dia, hal tersebut sudah disampaikan kepada pekerja di lapangan."Saya sudah kasih tahu kepada para pekerja yang ada di lokasi supaya dihentikan dan tidak boleh lagi di pasang," imbuhnya.

Diruang terpisah Titin Fatimah, Kepala Desa Lebak Wangi saat akan dimintai komentar terkait pembangunan P3AI, yang diduga mangkrak dan tidak selesai dengan batas waktu yang sudah ditentukan, tidak mau komentar.

Sementara, Atmajaya, Ketua Konsultan pelaksana P3-TGAI kabupaten serang saat dikonfirmasi melalui pesan singkat (WA) berjanji akan  langsung turun ke desa untuk mengecek kedua lokasi P3-TGAI yang ada di Desa Lebak Wangi

"Seharusnya ketika menerima informasi adanya proyek mangkrak dari media, konsultan harus cepat tanggap dan langsung turun kelapangan. Kalau konsultan tidak mengetahui adanya kegiatan di bawah dan baru tahu dari media, berarti apa saja kerjanya konsultan," kata Atmajaya. (nur)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »