Tak Terlihat Papan Proyek, Pembangunan SPAM Dipertanyakan Warga

Posted by On Juli 09, 2021


SwaraBanten - 
Pembangunan 
Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan perdesaan, di Desa Sukarena Kabupaten Serang, dipertanyakan masyarakat. Pasalnya, pembangunan proyek dari awal tidak pernah terlihat adanya papan inpormasi. Padahal, proyek ini sudah berjalan sekitar satu minggu, namun dilokasi proyek tak terlihat adanya papan informasi.

Pantauan awak media pada Senin (05/07/2021), dilokasi pembangunan memang sudah terlihat kegiatan pembangunan spam perpipaan. Bahkan, pembangunan bak penampungan air yang peruntukan ke rumah warga bagi penerima, sudah berjalan dan akan segera dilakukan pengecoran. Anehnya, dilokasi pekerjaan tidak terlihat adanya papan inpormasi pekerjaan.

Saat dikonfirmasi, pekerja yang ada di lokasi, tidak mengetahui besaran biayanya. Begitu pula, saat ditanya, siapa  pemborong dan konsultan pengawas, mereka mengaku tidak tahu.

"Karena sejak dimulainya pembangunan proyek, tidak pernah tahu mana konsultan mana pemborong. Setahu saya, yang suka datang namanya pa Pendi," ujar pekerja, yang mewanti-wanti namanya tidak dipublikasikan.

Midra, selaku Ketua RT setempat juga menyatakan hal yang sama. Ia mengaku, tidak mengetahui nominal biayanya, termasuk pemborong dan konsultannya.

"Terkait pembangunan SPAM, saya tidak tahu berapa anggarannya. Pihak pelaksana juga tidak pernah datang kerumah memberi tahu, kalau akan ada pembangunan SPAM. Karena saya tidak pernah dilibatkan. Saya tahu juga, ada proyek pemerintah dari media sekarang datang kerumah saya. Apalagi anggarannya," kata Midra.

Ditempat terpisah, Endin Hasanudin selaku Kepala Desa Sukarena Kecamatan Ciomas, saat dikonfirmasi di kantornya, mengaku tidak mengetahui adanya pembangunan SPAM.

"Hingga saat ini, tidak pernah ada pelaksana (pemborong) ataupun pihak yang dipercaya oleh perusahaan, datang ke Kantor Desa Sukarena, memberitahukan akan ada pembangunan SPAM," ujar Endin.

Endin juga mengaku, baru mengetahui adanya pembangunan SPAM, saat dikofirmasi wartawan.

"Saya selaku kepala desa, baru tahu juga dari rekan-media sekarang, yang menanyakan adanya pembangunan SPAM jaringan perpipaan yang sedang dibangun," kata Endin

Biasanya, lanjut Endin, kalau ada pembangunan baik itu dari provinsi maupun dari kabupaten, selalu ada kordinasi ataupun perwakilan pihak pemborong yang datang ke desa.

"Karena tidak ada kordinasi, saya selaku kepala desa juga bingung menjawabnya. Seharusnya, pihak pelaksana kegiatan jauh-jauh hari memberitahukan kepada pihak desa. Supaya, ketika ada yang mempertanyakan baik itu masyarakat setempat ataupun media, LSM ataupun ormas, saya bisa menjelaskan, dimana tempat ataupun lokasi titik sumber mata airnya," tutup Endin. (NH)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »