Notification

×

Iklan

Pendidik di Era Digital: Dari Kapur ke Layar, dengan Tanggung Jawab yang Meluas

Kamis, 29 Januari 2026 | Januari 29, 2026 WIB Last Updated 2026-01-28T22:49:00Z


Penulis: Sopianah

Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, UNIBA


Di Jakarta, pekerjaan seorang guru tidak lagi hanya dikaitkan dengan papan tulis dan buku teks. Di era digital ini, pendidik harus menghadapi situasi baru: mengajar baik di kelas maupun melalui perangkat elektronik, sambil menyesuaikan metode pengajaran mereka dengan karakteristik generasi yang lahir dengan kemajuan teknologi.


Transformasi ini mengharuskan guru untuk berubah. Selain menguasai materi terbuka, mereka harus mahir secara teknologi, inovatif dalam menyampaikan pelajaran, dan peka terhadap kondisi mental siswa.


Tantangan ini semakin terlihat jelas seiring dengan terintegrasinya pembelajaran digital ke dalam rutinitas sekolah sehari-hari.


Menurut para ahli pendidikan, perluasan tugas guru seringkali tidak disertai dengan pemahaman komprehensif tentang masyarakat. "Saat ini, guru bertindak sebagai pengajar, pembimbing, penasihat, dan bahkan sebagai penyeimbang informasi yang diterima siswa dari media sosial," kata mereka.


Sementara itu, profesi guru juga menghadapi masalah citra. Terlepas dari perkembangan pesat profesi berbasis teknologi, peran guru seringkali diremehkan, meskipun pengaruh fundamental mereka terhadap masa depan bangsa.


Upaya peningkatan kapasitas guru terus dilakukan melalui pelatihan digital dan pengembangan profesional berkelanjutan. Namun, dukungan emosional dan pengakuan dari masyarakat dianggap sama pentingnya.


Pekerjaan seorang guru saat ini bukan hanya sebuah posisi, tetapi sebuah perjalanan panjang dalam membentuk kepribadian manusia. Di era perubahan yang cepat, guru tetap menjadi tokoh kunci dalam memastikan bahwa pendidikan tidak menyimpang dari tujuan dan nilai-nilai kemanusiaan.**