Notification

×

Iklan

Sedikitnya 6.350 Kepala Keluarga di WIlayah Banten Terdampak Bencana Hidrometeorologi

Jumat, 30 Januari 2026 | Januari 30, 2026 WIB Last Updated 2026-01-30T00:10:19Z


SWARABANTEN
- Terkait dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Banten, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten mencatat sedikitnya 6.350 kepala keluarga (KK) terdampak.


Bencana tersebut meliputi banjir, tanah longsor, serta angin kencang yang dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa hari terakhir.


Data yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD kabupaten/kota, kejadian bencana hidrometeorologi ini telah menyebabkan genangan air di permukiman warga, terganggunya aktivitas masyarakat, serta kerusakan pada infrastruktur lingkungan dan sejumlah fasilitas umum.


Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin,  menyatakan guna memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan tepat sasaran, pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dan terpadu dengan BPBD kabupaten/kota.


"Koordinasi tersebut meliputi pemantauan kondisi lapangan secara berkala, pembaruan data kejadian, serta penyesuaian kebutuhan personel dan peralatan di wilayah terdampak," ujarnya.


Sebagai bentuk dukungan, BPBD Provinsi Banten telah mengerahkan personel dan peralatan tanggap darurat, termasuk perahu karet, alat evakuasi, serta perlengkapan pendukung lainnya untuk membantu proses evakuasi warga terdampak, khususnya di wilayah dengan akses terbatas dan genangan air yang masih tinggi.


Selain fokus pada proses evakuasi, BPBD Provinsi Banten juga mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas, seperti logistik pangan, air bersih, perlengkapan tidur, serta layanan kesehatan.


"Upaya ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kondisi kesehatan masyarakat terdampak tetap terjaga selama masa tanggap darurat," lanjutnya.


Lutfi menegaskan, bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam penanganan bencana hidrometeorologi.


"Oleh karena itu, BPBD Provinsi Banten terus berkoordinasi dengan unsur TNI, Polri, relawan kebencanaan, serta perangkat daerah terkait guna memperkuat respons darurat dan mempercepat penanganan di lapangan," pungkasnya.**