Notification

×

Iklan

Jalan Penghubung Antar Desa Penuh Lubang, Warga 2 Desa di Kecamatan Pentir Minta Pemkab Segera Perbaiki

Selasa, 30 Juni 2026 | Juni 30, 2026 WIB Last Updated 2026-06-29T19:41:12Z

Salah satu titik Jalan penghubung Desa Sindang Sari dan Desa Rego Secang, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, yang rusak


SWARABANTEN - Kondisi ruas jalan penghubung antara Desa Sindang Sari dan Desa Rego Secang, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, mengalami kerusakan berat.


Pantauan pada Senin 29 Juni 2026, jalan yang menjadi akses utama masyarakat tersebut dipenuhi lubang dan cukup membahayakan pengguna jalan.


Berkaitan dengan hal tersebut, sejumlah warga berharap pemerintah segera melanjutkan pembangunan jalan tersebut, karena memiliki peran penting sebagai jalur transportasi dan distribusi hasil pertanian masyarakat.


Ketua RT15 RW 04 Desa Sindang Sari, Kujum, saat ditemui SwaraBanten pada Minggu (28/6/2026), mengatakan masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang segera melanjutkan pembangunan jalan dari Desa Sindang Sari menuju batas Desa Rego Secang.


"Jalan ini merupakan akses utama masyarakat, terutama untuk mengangkut hasil pertanian. Kondisinya sekarang semakin rusak dan perlu segera diperbaiki," ujarnya.


Ia juga berharap melalui Program Bang Andra yang digagas Pemerintah Provinsi Banten, pembangunan jalan tersebut dapat menjadi perhatian sehingga konektivitas antar desa kembali lancar.


Hal senada disampaikan Yusron, warga Kampung Rego Baros, Desa Rego Secang, Kecamatan Petir.


Menurutnya, masyarakat sangat berharap Pemerintah Provinsi Banten dapat segera merealisasikan pembangunan jalan penghubung kedua desa tersebut melalui Program Bang Andra.


Sementara itu, Kepala Desa Sindang Sari, Heri, berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang segera melanjutkan pembangunan jalan di Kampung Cijeruk hingga batas Desa Rego Secang.


"Jalan tersebut kondisinya sudah semakin parah. Jika DPUPR Kabupaten Serang belum dapat melaksanakan pembangunan, kami berharap dapat berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten agar pembangunan bisa direalisasikan melalui Program Bang Andra," kata Heri.


Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata agar akses penghubung antar desa tersebut kembali layak dilalui dan dapat menunjang aktivitas ekonomi serta mobilitas warga sehari-hari.**