SWARABANTEN - Sejumlah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, tidak beroperasi sejak Senin (2/11/2026).
Kondisi tersebut diduga dipicu kendala administrasi berupa keterlambatan pengunggahan laporan penggunaan anggaran harian ke dalam sistem Badan Gizi Nasional (BGN).
Akibat keterlambatan pelaporan keuangan tersebut, pendistribusian makanan kepada para penerima manfaat, mulai dari siswa, ibu hamil (Bumil), ibu menyusui (Busui), hingga balita non-PAUD (B3), untuk sementara tidak dapat dilaksanakan.
Berdasarkan pantauan SwaraBanten.com, dari total 10 dapur MBG yang beroperasi di wilayah Kecamatan Malingping, hanya tiga dapur yang masih melayani penerima manfaat. Ketiga dapur tersebut yakni SPPG Cilangkahan 3, SPPG Cilangkahan 4, dan SPPG Sumberwaras 2.
Sementara itu, tujuh dapur lainnya yang tidak beroperasi meliputi SPPG Lebak Cilangkahan 1, SPPG Cilangkahan 2, SPPG Pagelaran, SPPG Rahong, SPPG Malingping Utara, SPPG Sumberwaras 1, dan SPPG Sukaraja.
Kepada wartawan, Muhamadin, salah seorang pemilik dapur MBG di Desa Malingping Utara, membenarkan adanya kondisi tersebut. Ia menyebut sejumlah dapur di wilayah Kecamatan Malingping terkena suspend administratif akibat keterlambatan penginputan laporan keuangan harian ke dalam sistem BGN.
"Akibatnya, kami tidak bisa melakukan aktivitas pengelolaan dapur sebelum laporan penggunaan anggaran harian selesai diinput," ungkapnya.
Menurut Muhamadin, kegiatan operasional dapur, mulai dari proses produksi hingga pendistribusian makanan, semestinya langsung disertai dengan pengunggahan laporan ke dalam sistem BGN.
"Jadi, bukan semata-mata laporan tersebut belum dikerjakan, tetapi terkadang gangguan jaringan juga memengaruhi proses penginputan," jelasnya.
Muhamadin berharap kendala tersebut tidak berlangsung berlarut-larut. Ia juga berharap sistem penginputan dapat berjalan lancar sehingga seluruh dapur MBG yang saat ini terkena penghentian sementara dapat kembali beroperasi dan melayani para penerima manfaat.**
