LSM BMW Tuding Pamsimas di Citaman Tak Sesuai Proposal Awal

Posted by On September 07, 2021


SwaraBanten
-
 Diduga tidak sesuai proposal perencanaan awal, pembangunan Pamsimas (Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyaraka) di Desa Citaman Kecamatan Ciomas Kabupaten Serang disoal.

Pasalnya,  proposal usulan yang diajukan  untuk pemasangan pipa paralon lebih panjang, sementara hasil pelaksanaan lebih pendek dari yang diusulkan. Sehingga, sisa pembelanjaan pipa menumpuk hingga jumlahnya ratusan meter.

Demikian disampaikan Muhani, salah satu pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM) Banten Movement Watch( BMW), Selasa (07/09/2021) kepada swarabanten.com

Muhani menegaskan, kalau sudah seperti ini kinerja konsultan pendamping pembangunan Pamsimas, di Desa Citaman patut diduga tidak bekerja dan tidak melakukan kroscek antara usulan dengan pelaksanaan. Terlebih, hasil pekerjaan tidak sesuai spesifikasi.

"Usulan proposal, yang diajukan dalam proposal awal program Pamsimas itu, untuk pemasangan pipa paralon panjangnya sekitar 2.000 meter. Tetapi setelah pekerjaan selesai, Pipa paralon masih tersisa dan menumpuk, panjangnya kurang lebih sekitar 400 meter," ujar Muhani

Lanjut  Muhani, pada saat proposal awal yang diajukan harusnya ditindak lanjuti oleh pihak konsultan pendamping, dan mengukur ulang ke lokasi pekerjaan.

"Apakah benar tidak panjangnya, sesuai yang ada di proposal sebelum dikerjakan," tandas Muhani.

Bukan itu saja, lanjut Muhani, harusnya konsultan itu tugasnya mendampingi pembangunan Pamsimas. Pendamping, dimana  ditugaskan dan harus selalu berada dilokasi pembangunan.

"Kalau memang seperti itu, jelas konsultan jarang datang ke lokasi pekerjaan. Padahal mereka digaji oleh dinas, untuk mendampingi setiap pekerjaan dimana mereka ditugaskan," imbuh Muhani. (K-Cong)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »