Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Hasil Seleksi Paskibraka Lebak Dinilai Janggal, FKPS Bayah Angkat Bicara

Minggu, 12 Mei 2024 | Mei 12, 2024 WIB Last Updated 2024-05-11T22:41:05Z


SWARABANTEN
- Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang di gelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Lebak telah mengumumkan hasil seleksi.


Melalui aplikasi Paskibraka.bpip.go.id.10 orang siswa terbaik yang dinyatakan lolos seleksi dan akan mengikuti tahapan seleksi calon Paskibraka tingkat Provinsi Banten pada tanggal 14-17 Mei 2024. 


Namun dalam proses hasil seleksi siswa calon Paskibraka di tingkat Kabupaten Lebak ini. Mendapatkan sejumlah kejanggalan.


Hal itu disampaikan oleh Aji selaku Ketua Forum Komunikasi Paskibraka Sekolah (FKPS) Kecamatan Bayah. 


Dijelaskan Aji, dalam tahapan seleksi salah satu siswa sekolah MAN 2 Lebak, berhasil melaksanakan dua putaran lari dan tidak ada peserta lain yang bisa melakukannya. 


"Siswi MAN 2 Lebak hanya dia yang bisa melaksanakan dua putaran lari. tapi ko nilai di aplikasinya kecil, sedangkan siswi lain yang tidak mencapai 2 putaran lari mendapatkan nilai besar," tutur Aji, Sabtu (11/5/2024).


Atas keputusan tersebut dirinya mengaku heran dengan tahapan seleksi ini. 


"Apakah sistem atau memang tidak objektif penilaiannya, aneh juga yah," tanya Aji.


Dalam kesempatan yang sama, pembina Ekskul SMK Negeri 1 Cibeber, Agung Maulana merasa heran atas hasil seleksi calon Paskibraka. 


Agung menerangkan, salah satu siswa SMK Negeri 1 Cibeber dinyatakan tidak lolos, lantaran siswa tersebut kakinya terbentuk leter O 5 cm. 

 

Menurut Agung, sebelum ke tahapan Kegiatan Pusat Pendidikan Latihan Dasar (Pusdiklatsar) sebagai rangkaian tahapan akhir seleksi calon Paskibraka, informasi tersebut sudah disampaikan saat tes kesehatan.


"Harusnya itu ketahuan pas tes kesehatan dong bukan pada saat Pusdiklatsar. Agar tidak menimbulkan lagi banyak biaya untuk bulak balik Cibeber - Rangkasbitung," tutur Agung.


Selain itu, Agung juga menyebutkan ada beberapa kejanggalan di alami oleh siswa. Salah satu siswa lain dari Kecamatan Cilograng.


"Nilainya berubah-ubah di aplikasi. dari nilai awal 71 menjadi 68, aneh juga yah apakah di sistem atau masih bisa di ubah-ubah," sebutnya.(eag)