SWARABANTEN - Muhammad Kika Febriyansyah terpilih sebagai SDGs Youth Action Ambassador 2026 dalam Global Goals Youth Summit di Kuala Lumpur, Malaysia.
Capaian internasional yang diraih siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong tersebut menunjukkan daya saing pendidikan madrasah Indonesia di tingkat global.
Keikutsertaan siswa madrasah dalam forum global tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas kepemimpinan dan kepedulian sosial generasi muda.
Forum ini mempertemukan delegasi dari berbagai negara untuk membahas tantangan pembangunan berkelanjutan.
“Sejak awal masuk di MAN IC Serpong, Kika memang sudah menunjukan minatnya di bidang robotik dan STEM ( Sains, Teknologi, Rekayasa (Engineering), dan Matematika)," kata Kepala MAN IC Serpong, Hilal Najmi, dikutip dari laman Kemenag, Kamis 29 Januari 2026.
"Berbagai ajang di bidang tersebut diikuti dan berhasil meraih hasil optimal. Ajang yang
membahas mengenai isu-isu SDGs kami pantau sejak tahap pendaftaran awal," imbuhnya.
Menurut Hilal, Kika selalu berkonsultasi dengan bidang kesiswaan melalui koordinator pembinaan prestasi, saat proses seleksi berkas dan penulisan esai.
"Kami terus mengikuti perkembangannya hingga tahap wawancara, sampai akhirnya pengumuman resmi diterima yang menyatakan siswa kami lolos sebagai delegasi dan penerima penghargaan di Kuala Lumpur,” sambungnya.
Hilal juga mengatakan, madrasah memiliki program kepemimpinan dan kepedulian sosial yang terintegrasi dengan isu pembangunan berkelanjutan, di antaranya Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa yang kurikulumnya mengintegrasikan isu-isu pembangunan berkelanjutan.
"I-Care menjadi program rutin OSIS tentang kepedulian dan pengabdian masyarakat yang melatih kepekaan sosial siswa secara langsung di lapangan. Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler menjadi ruang siswa mengembangkan minat dan bakat,” terangnya.
Keikutsertaan siswa dalam forum global tersebut diharapkannya tidak berhenti pada capaian personal, melainkan memberi pengaruh nyata bagi pengembangan kapasitas siswa lain di madrasah.
Hilal berharap, capaian ini menjadi proof of concept bahwa siswa madrasah mampu bersaing secara global.
"Dampak spesifiknya adalah meningkatnya kepercayaan diri siswa lain untuk berani melangkah keluar dari zona nyaman, terbentuknya kultur prestasi yang positif, serta pembelajaran sebaya melalui berbagi pengalaman setelah kembali ke tanah air,” pungkasnya.**
