![]() |
| Ilustrasi kegiatan Belajar mengajar (Foto:Stekom.ac.id) |
Penulis: Putri Meiniagana
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Uniba
Perkembangan pendidikan modern yang ditandai dengan kemajuan teknologi, perubahan kurikulum, dan dinamika sosial menempatkan etika keguruan sebagai aspek penting dalam dunia pendidikan.
Guru tidak hanya dituntut menguasai kompetensi akademik, tetapi juga mampu menjaga sikap profesional dan keteladanan di tengah berbagai tantangan zaman.
Di era digital, peran guru mengalami pergeseran signifikan. Proses pembelajaran tidak lagi terbatas pada ruang kelas, melainkan meluas ke platform daring dan media sosial.
Kondisi ini membuat perilaku dan komunikasi guru semakin terbuka terhadap penilaian publik, sehingga etika keguruan menjadi sorotan dalam menjaga kepercayaan peserta didik dan masyarakat.
Pengamat pendidikan menilai bahwa etika keguruan merupakan fondasi utama profesionalisme guru. Keteladanan dalam bersikap, bertutur kata, serta mengambil keputusan dinilai memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter peserta didik.
Tanpa etika yang kuat, pencapaian akademik dinilai tidak cukup untuk mewujudkan pendidikan yang bermakna.
Tantangan etika juga muncul seiring meningkatnya beban kerja dan tuntutan administratif yang dihadapi guru. Tekanan tersebut kerap menimbulkan dilema dalam praktik pendidikan sehari-hari.
Oleh karena itu, diperlukan dukungan sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada hasil belajar, tetapi juga pada pembinaan integritas dan karakter pendidik.
Sejumlah pakar mendorong penguatan etika keguruan melalui pelatihan berkelanjutan dan peningkatan literasi etika digital.
Langkah ini dinilai penting agar guru mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa mengabaikan nilai-nilai moral dan profesional yang melekat pada profesinya.
Di tengah tantangan pendidikan modern, etika keguruan tetap menjadi pilar utama dalam menjaga martabat profesi guru. Keteladanan yang konsisten diharapkan mampu memperkuat peran guru sebagai pendidik sekaligus pembentuk karakter generasi masa depan.**
