Notification

×

Iklan

Terkait Pendidikan Bermutu, Komite SMAN 22 Kabupaten Tangerang: Sinergi Sekolah dan Orang Tua Siswa Sangat Penting

Minggu, 11 Januari 2026 | Januari 11, 2026 WIB Last Updated 2026-01-11T08:00:05Z


SWARABANTEN
- Berbagai upaya dilakukan untuk menghasilkan lulusan berkualitas berkarakter dan berwawasan global menjadi tujuan pendidikan.

Sinerginya hubungan sekolah dan orang tua murid plus murid sebagai obyek pendidikan menjadi syarat utama dalam terselenggaranya proses pendidikan yang lebih bermutu.


"Jangan berharap terwujud lulusan berkualitas bila program sekolahnya tidak didukung oleh semua pihak, terutama orang murid," kata pengurus komite SMAN 22 Kabupaten Tangerang saat rapat orang tua murid terkait kegiatan kokurikuler.


Masyarakat berterimakasih kepada pemerintah telah memberikan subsidi biaya pendidikan melalui bantuan operasional sekolah (BOS).


Namun, ketika ada program yang tidak dibiayai dana BOS pihak sekolah banyak kekhawatiran dan berpikir ulang melaksanakan kegiatan dimaksud.


"Melalui musyawarah mufakat dilakukan untuk merealisasikan tujuan pendidikan sesuai tuntutan kurikulum, sehingga pihak sekolah tidak dihantui berbagai kekhawatiran," ungkapnya.


Terbukti, disampaikan dia lebih lanjut, para orang tua murid menyampaikan usulan dan harapan kepada sekolah untuk tidak ragu dalam menjalankan program-programnya.


"Intinya bangun komunikasi dan kesepahaman antara sekolah dan orang tua murid,"  tegas dia.


Dalam suasana penuh keakraban kegiatan yang dilaksanakan sabtu (10/1) itu, sekolah memaparkan rencana kegiatan yang  akan digelar dalam waktu dekat diantaranya program kokurikuler ke Kampung Adat Desa Kemuning.


"Disana murid diajarkan cara membatik khas Tangerang dan sejarahnya sebagai upaya menanamkan cinta budaya dan kearifan lokal," ujar Sri Daniati, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum.


Sekolah, dijelaskan Sri,  selama ini telah berusaha memberikan yang terbaik bagi keberhasilan murid. Kerjasama dengan berbagai pihak terus dilakukan.


"Bahkan sekolah melibatkan guru tamu agar para murid mendapatkan pengetahuan dan bekal ketrampilan dari para pakarnya," ungkapnya. 

Di tengah maraknya gempuran budaya baru yang cenderung menyimpang dari adat budaya ketimuran, SMAN 22 Kabupaten Tangerang terus menerus melakukan program pembiasaan bagi murid maupun gurunya.

Kedisiplinan tidak hanya ditekankan untuk murid, guru pun diharuskan disiplin dalam berbagai kegiatan.


"Kami ingin murid-murid tumbuh dan berkembang sesuai tuntutan zaman tanpa kehilangan jati dirinya," kata Iin Imanah, kepala sekolah. 


Diapun berharap agar semua elemen sekolah termasuk orang tua murid dapat memahami dan mendukung semua kegiatan. Keterbatasan waktu murid di sekolah untuk belajar akan optimal jika keluarga peduli dan terlibat dalam membiasakan hidup tertib dan teratur.


"Pendidikan hanya akan berhasil bila mendapat dukungan penuh dan suport serta perhatian orang tua murid di rumah masing-masing," imbuh Iin.(RUDIAT)*