Penulis: Dede Putri
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, UNIBA
Kemampuan guru dalam menjalankan tugas secara profesional dianggap sangat berpengaruh dalam membentuk cara siswa belajar di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Hasil pengamatan di beberapa sekolah menunjukkan bahwa semakin baik sikap dan kemampuan guru, maka semakin baik pula disiplin, semangat belajar, dan rasa tanggung jawab siswanya.
Baru-baru ini, perhatian terhadap peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya tertuju pada kurikulum dan fasilitas, tetapi juga pada kemampuan para tenaga pengajar, terutama guru.
Guru yang baik tidak hanya harus menguasai materi pelajaran, tetapi juga memiliki kemampuan mengajar, kemampuan berinteraksi dengan siswa, sikap pribadi yang baik, serta kompetensi profesional yang cukup.
Kepala SMP Negeri 8 Jakarta, Siti Rahmawati, mengatakan bahwa perubahan dalam cara siswa belajar menjadi lebih terlihat jelas ketika guru menggunakan metode pembelajaran yang terorganisir dan komunikatif.
"Guru yang datang tepat waktu, mempersiapkan materi dengan baik, serta mampu berkomunikasi secara positif dengan siswa akan menciptakan suasana kelas yang nyaman dan mendukung." "Dampaknya, para siswa semakin disiplin dan lebih aktif," katanya, Rabu (12/2).
Menurutnya, contoh baik yang diberikan oleh guru menjadi hal penting dalam membentuk sikap dan kepribadian siswa. Sikap bertanggung jawab, sabar, serta konsisten dari guru dalam menerapkan aturan secara adil dapat membantu membangun rasa hormat dan kesadaran belajar pada siswa.
Hal ini memengaruhi cara siswa mengerjakan tugas, mendengarkan penjelasan, serta menjaga ketertiban di dalam kelas.
Sementara itu, seorang pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta, Dr. Budi Santoso menjelaskan bahwa profesionalisme seorang guru sangat berkaitan dengan suasana belajar di sekolah.
"Guru yang profesional bisa mengelola kelas dengan baik, menggunakan berbagai cara mengajar, serta memberikan masukan yang membantu perkembangan siswa. Kondisi tersebut akan meningkatkan semangat belajar siswa secara alami," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa cara belajar siswa tidak muncul tiba-tiba, melainkan terbentuk melalui proses berinteraksi secara terus-menerus antara guru dan siswa.
Saat siswa merasa dihargai dan dimengerti, mereka biasanya bersikap lebih positif, misalnya dengan aktif bertanya, bekerja sama dalam kelompok, serta bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas pelajaran.
Di sisi lain, beberapa sekolah juga mengakui bahwa masih ada tantangan dalam meningkatkan profesionalisme guru, seperti keterbatasan pelatihan yang berkelanjutan.**
