Waringinkurung, Rabu (15/7/2026) Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa Kelompok 61 Waringinkurung sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertema NAPZA, Anti-Bullying, dan Literasi Digital dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 1 Waringinkurung, Kabupaten Serang. Kegiatan berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026, pukul 10.30 - 12.30 WIB, dan diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta didik baru. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menjauhi penyalahgunaan NAPZA, membangun lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan (bullying), serta meningkatkan kesadaran akan penggunaan teknologi dan media digital secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.
Dalam sesi pertama, mahasiswa
KKM Universitas Bina Bangsa Kelompok 61 Waringinkurung sukses menyampaikan
materi mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA beserta dampaknya terhadap
kesehatan, pendidikan, dan masa depan generasi muda. Peserta diajak memahami
berbagai bentuk penyalahgunaan zat adiktif serta pentingnya menjaga pergaulan
yang sehat dan positif. Selanjutnya, materi mengenai anti-bullying disampaikan
dengan pendekatan yang interaktif. Para siswa diberikan pemahaman tentang
bentuk-bentuk bullying, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun melalui media
digital (cyberbullying). Selain itu, peserta juga diajak untuk menumbuhkan
sikap saling menghargai, menghormati perbedaan, serta berani melaporkan
tindakan perundungan kepada guru atau pihak yang berwenang.
Dalam upaya memperkuat kampanye Stop Bullying, mahasiswa KKM Universitas Bina Bangsa Kelompok 61 mengajak seluruh peserta didik untuk bersama-sama membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghormati. Peserta diberikan pemahaman bahwa tindakan perundungan, baik yang dilakukan secara langsung maupun melalui media digital (cyberbullying), dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan mental, rasa percaya diri, serta perkembangan akademik korban. Oleh karena itu, siswa didorong untuk menanamkan sikap empati, menghargai keberagaman, tidak terlibat dalam tindakan perundungan dalam bentuk apa pun, serta berani melaporkan apabila menemukan kasus bullying kepada guru atau pihak sekolah agar dapat segera ditindak lanjuti.
Selain kampanye Stop
Bullying, pada sesi literasi digital mahasiswa KKM Universitas Bina Bangsa
Kelompok 61 memberikan edukasi mengenai etika bermedia sosial, pentingnya
menjaga privasi di dunia digital, serta kemampuan memilah informasi agar
terhindar dari berita bohong (hoaks). Materi tersebut diharapkan dapat
membentuk karakter peserta didik yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab
dalam memanfaatkan teknologi.
Dokumentasi siswa sebagai bentuk dukungan
terhadap gerakan stop bullying
Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat aktif mengikuti setiap sesi. Antusiasme peserta tampak dari banyaknya pertanyaan yang diajukan serta partisipasi mereka dalam diskusi dan tanya jawab bersama pemateri. Suasana yang komunikatif dan interaktif membuat materi yang disampaikan lebih mudah dipahami oleh peserta. Melalui kegiatan ini, KKM Kelompok 61 Waringinkurung berharap para peserta didik baru SMP Negeri 1 Waringinkurung dapat menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Sosialisasi ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan ramah bagi seluruh siswa. Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara mahasiswa KKM Kelompok 61, pihak sekolah, dan seluruh peserta MPLS sebagai simbol sinergi dalam mewujudkan generasi muda yang berkarakter, bebas dari NAPZA, menolak segala bentuk bullying, serta bijak dalam memanfaatkan teknologi digital
Kepala SMP Negeri 1 Waringinkurung menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang diinisiasi oleh mahasiswa KKM Kelompok 61. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan peserta didik baru dalam menghadapi kehidupan di lingkungan sekolah maupun di era digital saat ini. Pihak sekolah berharap edukasi seperti ini dapat memberikan bekal awal bagi siswa untuk membangun karakter yang disiplin, bertanggung jawab, serta mampu menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Ketua KKM Universitas Bina Bangsa Kelompok 61 menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui edukasi di bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial. Melalui kolaborasi dengan pihak sekolah, mahasiswa berharap materi yang telah diberikan tidak hanya dipahami selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, para peserta didik diharapkan mampu menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari penyalahgunaan NAPZA, perundungan, serta penyalahgunaan media digital.
Melalui kegiatan
sosialisasi ini, mahasiswa KKM Universitas Bina Bangsa Kelompok 61
Waringinkurung berharap nilai-nilai yang telah disampaikan dapat menjadi bekal
bagi peserta didik baru dalam menjalani kehidupan di lingkungan sekolah maupun
di masyarakat. Edukasi mengenai bahaya NAPZA, pencegahan bullying, dan
pentingnya literasi digital diharapkan mampu membentuk generasi muda yang
berkarakter, bertanggung jawab, serta bijak dalam memanfaatkan teknologi.
Kegiatan ini sekaligus
menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa Universitas Bina Bangsa kepada
masyarakat melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan. Dengan terjalinnya
sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan peserta didik, diharapkan
tercipta lingkungan belajar yang aman, sehat, inklusif, dan kondusif, sehingga
mampu mendukung lahirnya generasi yang unggul, berintegritas, serta siap
menghadapi tantangan di era digital.
