Notification

×

Iklan

KKM KELOMPOK 61 WARINGINKURUNG SUKSES GELAR SOSIALISASI NAPZA, ANTI-BULLYING, DAN LITERASI DIGITAL PADA MPLS DI SMP NEGERI 1 WARINGINKURUNG

Kamis, 16 Juli 2026 | Juli 16, 2026 WIB Last Updated 2026-07-16T04:30:57Z

        Waringinkurung, Rabu (15/7/2026) Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa Kelompok 61 Waringinkurung sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertema NAPZA, Anti-Bullying, dan Literasi Digital dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 1 Waringinkurung, Kabupaten Serang. Kegiatan berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026, pukul 10.30 - 12.30 WIB, dan diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta didik baru. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menjauhi penyalahgunaan NAPZA, membangun lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan (bullying), serta meningkatkan kesadaran akan penggunaan teknologi dan media digital secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.


Dalam sesi pertama, mahasiswa KKM Universitas Bina Bangsa Kelompok 61 Waringinkurung sukses menyampaikan materi mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA beserta dampaknya terhadap kesehatan, pendidikan, dan masa depan generasi muda. Peserta diajak memahami berbagai bentuk penyalahgunaan zat adiktif serta pentingnya menjaga pergaulan yang sehat dan positif. Selanjutnya, materi mengenai anti-bullying disampaikan dengan pendekatan yang interaktif. Para siswa diberikan pemahaman tentang bentuk-bentuk bullying, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun melalui media digital (cyberbullying). Selain itu, peserta juga diajak untuk menumbuhkan sikap saling menghargai, menghormati perbedaan, serta berani melaporkan tindakan perundungan kepada guru atau pihak yang berwenang.


Dokumentasi Kegiatan Sosialisasi Kelompok 61

                Dalam upaya memperkuat kampanye Stop Bullying, mahasiswa KKM Universitas Bina Bangsa Kelompok 61 mengajak seluruh peserta didik untuk bersama-sama membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghormati. Peserta diberikan pemahaman bahwa tindakan perundungan, baik yang dilakukan secara langsung maupun melalui media digital (cyberbullying), dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan mental, rasa percaya diri, serta perkembangan akademik korban. Oleh karena itu, siswa didorong untuk menanamkan sikap empati, menghargai keberagaman, tidak terlibat dalam tindakan perundungan dalam bentuk apa pun, serta berani melaporkan apabila menemukan kasus bullying kepada guru atau pihak sekolah agar dapat segera ditindak lanjuti.

Selain kampanye Stop Bullying, pada sesi literasi digital mahasiswa KKM Universitas Bina Bangsa Kelompok 61 memberikan edukasi mengenai etika bermedia sosial, pentingnya menjaga privasi di dunia digital, serta kemampuan memilah informasi agar terhindar dari berita bohong (hoaks). Materi tersebut diharapkan dapat membentuk karakter peserta didik yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi.


Dokumentasi siswa sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan stop bullying


Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat aktif mengikuti setiap sesi. Antusiasme peserta tampak dari banyaknya pertanyaan yang diajukan serta partisipasi mereka dalam diskusi dan tanya jawab bersama pemateri. Suasana yang komunikatif dan interaktif membuat materi yang disampaikan lebih mudah dipahami oleh peserta. Melalui kegiatan ini, KKM Kelompok 61 Waringinkurung berharap para peserta didik baru SMP Negeri 1 Waringinkurung dapat menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Sosialisasi ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan ramah bagi seluruh siswa. Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara mahasiswa KKM Kelompok 61, pihak sekolah, dan seluruh peserta MPLS sebagai simbol sinergi dalam mewujudkan generasi muda yang berkarakter, bebas dari NAPZA, menolak segala bentuk bullying, serta bijak dalam memanfaatkan teknologi digital



Kepala SMP Negeri 1 Waringinkurung menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang diinisiasi oleh mahasiswa KKM Kelompok 61. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan peserta didik baru dalam menghadapi kehidupan di lingkungan sekolah maupun di era digital saat ini. Pihak sekolah berharap edukasi seperti ini dapat memberikan bekal awal bagi siswa untuk membangun karakter yang disiplin, bertanggung jawab, serta mampu menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai.



Ketua KKM Universitas Bina Bangsa Kelompok 61 menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui edukasi di bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial. Melalui kolaborasi dengan pihak sekolah, mahasiswa berharap materi yang telah diberikan tidak hanya dipahami selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, para peserta didik diharapkan mampu menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari penyalahgunaan NAPZA, perundungan, serta penyalahgunaan media digital.


Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKM Universitas Bina Bangsa Kelompok 61 Waringinkurung berharap nilai-nilai yang telah disampaikan dapat menjadi bekal bagi peserta didik baru dalam menjalani kehidupan di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Edukasi mengenai bahaya NAPZA, pencegahan bullying, dan pentingnya literasi digital diharapkan mampu membentuk generasi muda yang berkarakter, bertanggung jawab, serta bijak dalam memanfaatkan teknologi.


Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa Universitas Bina Bangsa kepada masyarakat melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan. Dengan terjalinnya sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan peserta didik, diharapkan tercipta lingkungan belajar yang aman, sehat, inklusif, dan kondusif, sehingga mampu mendukung lahirnya generasi yang unggul, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan di era digital.