Notification

×

Iklan

Publik Pertanyakan Pembangunan Median Jalan, Hampir 10 Tahun Belum Kelar

Rabu, 01 Juli 2026 | Juli 01, 2026 WIB Last Updated 2026-06-30T23:36:48Z


SWARABANTEN
- Kinerja Kepala UPTD PJJ Dinas PUPR Provinsi Banten Wilayah Serang–Cilegon (Seragon) dipertanyakan.


Pasalnya, pembangunan median jalan di ruas Jalan Raya Syeh Nawawi Al-Bantani hingga kini belum juga rampung, meski proyek betonisasi jalan tersebut telah selesai hampir 10 tahun lalu.


Keberadaan median jalan dinilai sangat penting untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas. 


Selain berfungsi memisahkan arus kendaraan dari arah berlawanan guna mengurangi risiko kecelakaan, median juga menjadi tempat perlindungan sementara bagi pejalan kaki saat menyeberangi jalan yang lebar.


Berdasarkan pantauan SWARABANTEN.com di lapangan, Selasa (30/6/2026), masih terdapat sejumlah titik di ruas Jalan Raya Syeh Nawawi Al-Bantani, mulai dari depan kawasan KP3B, Simpang Lampu Merah Boru hingga menuju RSUD Banten, yang belum memiliki median jalan.


Tak hanya itu, beberapa median yang telah dibangun juga terlihat terputus di sejumlah titik dan hingga kini belum diperbaiki.


Kondisi tersebut diduga kerap dimanfaatkan pengendara untuk menerobos jalur berlawanan arah, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.


Aktivis Banten, Suparman, menyayangkan lambannya penanganan pembangunan median jalan oleh UPTD PJJ Seragon.


Menurutnya, median merupakan fasilitas yang sangat krusial dalam menjaga keselamatan pengguna jalan.


"Seharusnya setelah pekerjaan jalan selesai, median jalan juga segera dibangun agar dapat mencegah kecelakaan bagi pengendara roda dua, roda empat, maupun pejalan kaki," ujarnya.


Ia juga menilai jumlah bukaan atau pemutus median sebaiknya dibatasi. Menurutnya, terlalu banyak bukaan median dapat memicu kecelakaan akibat kendaraan yang tiba-tiba berputar arah di jalur cepat.


"Kalau terlalu banyak pemutus median, kendaraan bisa mendadak putar balik di depan kendaraan lain. Kondisi seperti ini sangat berbahaya dan berpotensi menyebabkan kecelakaan," tambahnya.


Sementara itu, Kepala UPTD PJJ Seragon, TjeTjep Hendrawan, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait kapan pembangunan median jalan tersebut akan dilaksanakan, belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.**