SWARABANTEN - Proyek pekerjaan pembangunan konektivitas jalan Cihagaru - Cimenga desa kadujajar kecamatan Malingping diduga asal-asalan.
Kepada SwaraBanten, salah seorang warga Masyarakat Malingping, Supriyadi, menyampaikan hasil temuannya di lapangan.
Menurutnya, ada beberapa titik keretakan pada ruas beton bahkan penggunaan kain geotek dijalan tersebut hanya dilakukan penyiraman dengan ember oleh pekerja.
"Terang saja bisa retak, sebab dalam mengerjakannya terkesan dikejar waktu dan kurangnya pengawasan. Hal ini terlihat dari beberapa keretakan terjadi bukan pada ruas dowl," katanya.
Lanjut Supriyadi, saat ini jalan yang sudah dikerjakan sudah mencapai 150 meter dari panjang 900 meter berdasarkan papan informasi yang terpasang.
Oleh karenanya meminta kepada pihak terkait untuk melakukan peninjauan kembali hasil pekerjaan yang sudah dikerjakan .
"Ini bagaimana pengawasannya, masa baru 4 hari dikerjakan sudah banyak yang retak. Jangan beralasan karena persoalan klasik, bagaimanapun hasil pekerjaan akhir yang dikejar itu kualitasnya bagus," ujarnya.
Perlu diketahui Program prioritas Pemprov Banten di bawah kepemimpinan Gubernur Andra Soni untuk memeratakan pembangunan infrastruktur pedesaan.
Pada tahun 2026, program ini mengalokasikan anggaran Rp164 miliar untuk menangani 33 ruas jalan desa dengan total panjang 46,71 km dan salsatunya titik yang berada di Desa Kadujajar.***
