Notification

×

Iklan

70 Persen Saluran Irigasi Cibaliung-Cisawarna Tak Bisa Mengairi Sawah Akibat Kekeringan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10/14/2026 08:22:00 PM WIB Last Updated 2026-10-15T19:22:59Z


SWARABANTEN
-
Sepanjang 50 kilometer saluran irigasi sekunder dan induk yang berada di wilayah kerja Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sumber Daya Air (SDA) Cibaliung-Cisawarna mengalami kekeringan. Akibatnya, sekitar 70 persen saluran irigasi tidak mampu mengairi lahan persawahan.


"Saat ini, kemampuan irigasi wilayah Cibaliung-Cisawarna hanya mampu mengairi sekitar 30 persen lahan sawah. Hal ini disebabkan kondisi air di saluran induk mengalami kekeringan,” kata Kepala Seksi Pemeliharaan Irigasi UPTD SDA Wilayah Selatan, Kuncoro, kepada wartawan, Rabu (14/10/2026).


Menurut Kuncoro, sejumlah daerah irigasi mengalami penurunan kemampuan pengairan dengan persentase yang bervariasi.


Daerah Irigasi (DI) Cibinungeun hanya mampu mengairi 25 persen lahan sawah, DI Cikoncang 10 persen, DI Cipalabuh 20 persen, dan DI Cisiih 40 persen.


Sementara itu, DI Cikamunding 1 hanya mampu mengairi 30 persen lahan sawah, sedangkan DI Cikamunding 2 mencapai 40 persen.


"Salah satu yang paling parah terjadi di saluran Daerah Irigasi Cilangkahan 1, yang saat ini kemampuan pengairannya mencapai nol persen. Hal ini disebabkan adanya pipa intake milik PDAM di bendung tersebut yang setiap hari digunakan untuk produksi, sehingga air sama sekali tidak mengalir ke saluran irigasi,” ujarnya.


Kuncoro mengatakan, pihaknya bersama petugas pengelola saluran atau Petugas Pintu Air (PPS) terus berupaya mengoptimalkan ketersediaan air agar dapat dimanfaatkan secara merata, terutama bagi para petani yang sudah mulai menggarap lahan persawahannya.


Menurutnya, petugas di lapangan melakukan pengaturan dan pembagian aliran air melalui pintu-pintu air yang masih dapat berfungsi untuk mengairi lahan pertanian.


“Petugas PPS di lapangan mengendalikan pintu air yang masih bisa dialiri dengan mengatur pembagian air. Selain itu, kami juga tetap melakukan pengangkatan lumpur di bendung maupun saluran irigasi,” pungkasnya.**