SWARABANTEN - Pemerintah Provinsi Banten resmi meluncurkan Banten Corporate University atau Banten CorpU bersamaan dengan acara penutupan Pelatihan Kepemimpinan Nasional PKN Tingkat II Angkatan XVI Tahun 2026.
Program ini dibentuk sebagai ekosistem pembelajaran yang mendukung peningkatan kompetensi aparatur sipil negara atau ASN.
Melalui Banten CorpU, Pemprov Banten berupaya mempercepat transformasi ASN sekaligus mendorong terwujudnya birokrasi yang lebih adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandhi, mengatakan bahwa peluncuran Banten CorpU merupakan momentum strategis dalam memperkuat pembangunan aparatur dan mempercepat reformasi birokrasi di lingkungan Pemprov Banten.
Menurutnya, keberadaan Banten CorpU diharapkan dapat menjadi wadah pembelajaran berkelanjutan bagi ASN, sehingga mampu menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin dinamis serta memberikan layanan publik yang lebih efektif dan berkualitas.
"Banten CorpU menjadi penguat ekosistem organisasi pembelajar yang mendorong aparatur untuk terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi. Tujuannya adalah mewujudkan transformasi budaya kerja dari hierarkis-administratif menjadi birokrasi yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis kinerja," ujar Sekda Deden di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Banten, Kabupaten Pandeglang, Jumat (9/10/26).
Deden menjelaskan, sistem pembelajaran ini memastikan pengembangan kompetensi ASN selaras dengan tujuan pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa setiap program pembelajaran harus relevan dengan kebutuhan organisasi, prioritas pembangunan daerah, serta mampu menjadi solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat demi peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Deden juga menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Administrasi Negara (LAN) atas sinergi dalam pembinaan kompetensi aparatur, serta kepada BPSDMD Provinsi Banten dan Tim Percepatan Pembentukan Banten CorpU yang telah merealisasikan program tersebut. Ia berharap ekosistem ini mampu melahirkan aparatur yang kompeten dan berintegritas.
Sementara itu, Kepala LAN, Muhammad Taufik, menekankan bahwa corporate university harus memberikan dampak nyata terhadap pencapaian visi, misi, dan program strategis pemerintah daerah.
Menurutnya, sistem ini adalah sarana untuk menerjemahkan program strategis daerah ke dalam proses pembelajaran aparatur secara praktis.
"Terutama melalui Learning Organization Management System (LOMS) sebagai fondasi tata kelola pembelajaran dan Learning Organization Maturity Index (LOMI) sebagai instrumen kematangan organisasi. Ini merupakan langkah strategis dalam membangun budaya belajar yang berkelanjutan pada Pemprov Banten,” pungkas Taufik.***
