Identitas Penulis
Nama: Garnis Anjar Pratiwi
NIM: 251092100189
Prodi: Administrasi Negara
Semester: 3 ( Tiga )
Mata Kuliah Teori Sosial Indonesia
Dosen Pengampu Angga Rosidin, S.I.P.,M.A.P
Univesitas Pamulang PSDKU Serang.
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi, berinteraksi, serta menjalani kehidupan sehari-hari. Saat ini, berbagai aktivitas dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui bantuan teknologi, mulai dari berkomunikasi hingga memperoleh informasi. Namun, di balik kemudahan tersebut, perkembangan teknologi juga membawa perubahan terhadap kebiasaan dan hubungan sosial masyarakat. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi perlu dilakukan secara bijak agar manfaatnya dapat dirasakan tanpa mengurangi kualitas interaksi antarmanusia.
Perkembangan teknologi semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. Berdasarkan publikasi Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024, Badan Pusat Statistik (BPS, 2025) mencatat bahwa 72,78% penduduk Indonesia telah mengakses internet pada 2024. Data tersebut menunjukkan bahwa internet telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
Salah satu perubahan yang paling terlihat adalah cara masyarakat berkomunikasi. Jika dahulu komunikasi jarak jauh banyak dilakukan melalui surat atau telepon rumah, sekarang masyarakat dapat berkomunikasi melalui pesan singkat, media sosial, dan panggilan video. Kemudahan ini memungkinkan seseorang tetap menjalin hubungan dengan keluarga dan teman meskipun berada di tempat yang berbeda.
Selain mempermudah komunikasi, teknologi juga membantu masyarakat memperoleh informasi dengan lebih cepat. Melalui internet, masyarakat dapat mengakses berita, pengetahuan, dan berbagai sumber pembelajaran. Dalam bidang pendidikan, mahasiswa dapat memanfaatkan jurnal elektronik dan buku digital untuk memperluas wawasan. Teknologi juga memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk memasarkan produk kepada konsumen yang lebih luas.
Berbagai manfaat tersebut menunjukkan bahwa teknologi dapat meningkatkan kemudahan dan efisiensi dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat dapat menghemat waktu dan tenaga untuk menyelesaikan berbagai aktivitas. Namun, kemudahan tersebut tetap perlu diimbangi dengan kemampuan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Meskipun memberikan banyak manfaat, perkembangan teknologi juga menghadirkan tantangan. Salah satunya adalah berkurangnya kualitas interaksi secara langsung. Saat berkumpul bersama keluarga atau teman, misalnya, seseorang terkadang lebih sibuk menggunakan telepon genggam daripada berbicara dengan orang-orang di sekitarnya.
Hubungan sosial tidak hanya dibangun melalui pesan digital, tetapi juga melalui percakapan langsung, perhatian, dan kepedulian. Seseorang mungkin dapat berkomunikasi dengan banyak orang melalui media sosial, tetapi belum tentu memiliki kedekatan yang sama dengan orang-orang di sekitarnya.
Namun, bukan berarti teknologi selalu memberikan dampak buruk terhadap hubungan sosial. Teknologi tetap membantu masyarakat menjaga komunikasi ketika jarak menjadi hambatan. Persoalan muncul ketika penggunaannya tidak seimbang sehingga kesempatan untuk berinteraksi secara langsung semakin berkurang.
Tantangan lainnya adalah penyebaran informasi yang tidak benar. Informasi di internet dapat menyebar dengan cepat tanpa melalui pemeriksaan yang memadai. Oleh karena itu, masyarakat perlu bersikap kritis sebelum mempercayai atau membagikan suatu informasi. Penggunaan teknologi juga perlu diatur agar tidak mengganggu waktu belajar, bekerja, beristirahat, dan berinteraksi dengan orang lain.
Perkembangan teknologi bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Hal yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat mampu memanfaatkan teknologi tanpa mengabaikan kehidupan sosial. Teknologi seharusnya membantu manusia menjalankan aktivitas, bukan menggantikan seluruh bentuk interaksi antarmanusia.
Penggunaan teknologi secara bijak dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti mengurangi penggunaan telepon genggam ketika sedang berbicara dengan orang lain, memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, dan menyediakan waktu untuk berkumpul bersama keluarga. Dalam bidang pendidikan, mahasiswa juga perlu menggunakan teknologi untuk memahami materi dan mengembangkan pengetahuan, bukan sekadar menyalin informasi tanpa mempelajarinya.
UNESCO (2023), melalui laporan Global Education Monitoring Report 2023: Technology in Education—A Tool on Whose Terms?, menekankan pentingnya penggunaan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi sebaiknya dimanfaatkan sebagai sarana pendukung, sementara kebutuhan dan peran manusia tetap menjadi perhatian utama.
Selain itu, keluarga dan lembaga pendidikan memiliki peran dalam membangun kebiasaan digital yang sehat. Pemahaman mengenai etika berkomunikasi, keamanan informasi, dan tanggung jawab dalam menggunakan media digital dapat membantu masyarakat memanfaatkan teknologi dengan lebih baik.
Perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar terhadap gaya hidup masyarakat. Kemudahan komunikasi, akses informasi, dan kegiatan ekonomi merupakan beberapa manfaat yang dapat dirasakan. Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan, seperti berkurangnya kualitas interaksi langsung dan penyebaran informasi yang tidak benar.
Kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan sikap bijak dan tanggung jawab. Masyarakat harus mampu memanfaatkan kemudahan digital tanpa mengabaikan hubungan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Pada akhirnya, teknologi seharusnya menjadi alat yang membantu kehidupan manusia, bukan menggantikan sepenuhnya hubungan antarmanusia.
