Pembangunan Dam Parit Cikamurang Disoal Tokoh Pemuda Petir

Posted by On September 10, 2021


SwaraBanten -
Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Pertanian Tepat Guna Tahun 2021 dengan sistem Sewa Kelola Kelompok Tani, senilai Rp 120 juta, yang berlokasi 
Kampung Ranca Kamurang Desa Mekar Baru Kecamatan Petir Kabupaten Serang, diduga bermasalah.

Hal tersebut disampaikan salah satu tokoh pemuda Kecamatan Petir, Asep Qinoy, Jum'at (10/09/2021)

Menurut Qinoy, kegiatan yang bersumber dari dana DAK terebut, dari awal pembangunan ditemukan banyak kejanggalan. Sehingga patut diduga ada ketidakberesan.

"Dari awal mulai dibangun banyak ditemukan kejanggalan dan patut diduga pekerjaan pembangunan dam parit itu, tidak ada pondasi bangunan. Hal ini terlihat dari awal pembangunan tidak ada penggalian pondasi  tanah, yang ada hanya pengerukan tanah dari samping kiri kanan irigasi saja," kata Qinoy.

Harusnya, lanjut Qinoy, dari awal pelaksanaan pembangunan dam parit, dilakukan galian pondasi terlebih dahulu dengan ketinggian sekitar kurang lebih 30 CM, Untuk penguat bangunan pemasangan batu selanjutnya.

Selain pisik bangunan, sambung Qinoy, konsultan pendamping pembangunan dam parit di kampung Ranca Kamurang itu patut dipertanyakan. Karena, jarang terlihat ada dilokasi pembangunan. Padahal, seharusnya pihak konsultan pendamping itu, selalu ada untuk mengarahkan para pekerja yang sedang melakukan pekerjaan dam parit.

"Konsultan pendamping, seharusnya dari awal pelaksanaan terlebih dahulu melakukan komunikasi dengan para pekerja dilapangan dan selalu mengarahkan pekerja, apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu apa yang harus didahulukan," imbuh Qinoy

Qinoy berharap, Dinas Pertanian Kabupaten Serang harus segera menegur pihak konsultan pendamping dam parit. Mengingat, pekerjaan pembangunan irigasi tidak ada pondasinya. Padahal, sudah jelas setiap pembangunan yang menyangkut irigasi harus menggunakan pondasi terlebih dahulu.

Sementara itu, Maman selaku Penyuluh UPT Pertanian Kecamatan Petir Kabupaten Serang saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon seluler, mengaku sedang tidak ada ditempat kerjanya. (k-Cong)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »