SWARABANTEN - Badan Karantina Indonesia (Barantin) memfasilitasi ekspor komoditas unggulan Jambi sektor pertanian dan kehutanan ke berbagai negara tujuan.
Volumenya mencapai 531 ton, berupa karet lempengan sebanyak 504 ton dan pinang biji sebanyak 27 ton.
"Karantina (Barantin) memiliki peran sebagai economic tools, memfasilitasi perdagangan antarnegara dan memastikan kesehatan komoditas dan keamanan pangan sebelum diekspor," Kepala Barantin Sahat M. Panggabean.
Untuk diketaui, akhir Januari lalu, Barantin melepas ekspor sebanyak 531 ton komoditas pertanian unggulan Provinsi Jambi.
Menurut Sahat, nilai ekspor tersebut untuk 504 ton karet lempengan senilai Rp 6,2 miliar tujuan India dan 27 ton pinang biji senilai Rp 440 juta tujuan Iran.
Selain itu, juga ekspor kayu meranti sebanyak 53,903 meter kubik dengan nilai ekonominya Rp 544 juta tujuan Korea Selatan. "Total ekspornya senilai Rp 7,2 miliar," jelasnya.
Barantin memastikan pemenuhan persyaratan teknis Sanitari dan Fitosanitari (SPS), sehingga diterima di negara tujuan.
Misalnya untuk pinang biji ekspor ambang batas kadar alfatoksinnya sebesar 30 ppb (part per billion/satu bagian per miliar).
Persyaratan teknis seperti itu, menurut Sahat berlaku sama untuk komoditas yang masuk ke negara Indonesia.
"Demi mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan nasional, Karantina melakukan pendekatan biosekuriti dan biosafety dalam penyelenggaraan karantina. Baik untuk komoditas ekspor maupun impor. Memastikan keamanan pangan sesuai protokol yang sudah disepakati bersama antarnegara," imbuhnya.
Sahat mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jambi dan pemangku kepentingan lainnya yang turut mendukung peningkatan ekspor komoditas unggulan Jambi.**