Notification

×

Iklan

Ponpes At-Tadzkir Nur Ghozali Kembangkan Santripreneur, Membangun Kemandirian Menyambut Masa Depan

Selasa, 23 Desember 2025 | Desember 23, 2025 WIB Last Updated 2025-12-22T20:09:02Z


SWARABANTEN -
Kehidupan yang dinamis dan kemajuan teknologi informasi yang kian mempengaruhi berbagai jenis aktivitas tidak lagi dapat dihindari.


Pendidikan menjadi wahana filterisasi dalam menjaga karakteristik generasi muda dalam kehidupan mendatang.


Pondok pesantren At-Tadzkir Nur Ghozali menyadari dan memahami terhadap kondisi itu, sehingga para santrinya digembleng untuk dapat memanfaatkan teknologi dan berkembang sesuai kemajuan zaman.


"Santri harus dapat survive di tengah perkembangan zaman," tutur wakil pimpinan pondok pesantren, Ustadz Rahmat Fahroji.


Pembelajaran dilakukan bukan hanya berkutat pada teori, tetapi lebih mengedepankan praktek nyata. Pekan lalu baru saja digelar event santripreneur.


"Kegiatan itu untuk menumbuhkembangkan kemandirian, kreativitas, dan semangat kewirausahaan santri sejak dini," ungkap Rahmat.


Melalui event itu, dikatakan dia lebih lanjut, para santri tidak hanya mendalami pendidikan keagamaan. Tetapi harus juga menguasai berbagai kecakapan hidup, agar dapat berdaya saing setelah selesai menempuh pendidikan di pondok pesantren.


"Pada akhirnya santri diharapkan mampu memahami proses ikhtiar, tanggungjawab dan menjalankan kejujuran dalam kehidupannya," tegas Rahmat.

Pola pembelajaran yang adaptif memberikan ruang untuk menggali dan mengasah ketrampilan santri.


Dalam kegiatan itu jelas terlihat kemampuan santri dalam berkomunikasi, kerjasama team, dan kemampuan manajemen sederhana dalam berwirausaha.


"Pengalaman baru yang menyenangkan juga menantang untuk mampu percaya diri dan membuktikan kemampuan," ujar Sarah, santriwati kelas 9.


Pondok pesantren yang berlokasi di Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang tepatnya di Jalan H A Djuminta Desa Karet itu terus melakukan upaya pembekalan para santrinya dengan melakukan program kemitraan kerja ke Jepang sebagai jalur dunia kerja profesional berskala internasional.


"Program itu dirancang untuk memberikan kesempatan kepada santri bekerja secara legal, terarah, terpantau," tutur Kiyai Agung Purnomo, pimpinan pondok pesantren.


Melalui kerjasama secara resmi, dijelaskan Gus Agung, sapaan akrabnya, program itu tidak sekedar mengirim santri untuk bekerja. Tetapi bagian dari proses pendidikan lanjutan. 


"Saat ini santri sedang dibekali pelatihan bahasa, penguatan karakter, pemahaman budaya kerja, serta pendampingan," tandasnya.


Menurut rencana para santri At-Tadzkir Nur Ghozali angkatan pertama tersebut akan diberangkatkan ke negara tujuan Jepang) sekitar Juni - Juli mendatang.*