Notification

×

Iklan

Industri Kreatif dan Pariwisata Banten: Potensi Besar ini Milik Kita

Selasa, 03 Februari 2026 | Februari 03, 2026 WIB Last Updated 2026-02-03T15:52:53Z

Penulis: Raihan Anabil Wahyudi, Nurul Rachmat 

Mahasiswa Uniba


Banten merupakan salah satu daerah yang memiliki beragam potensi pariwisata. Mulai dari wisata alam seperti Pantai Anyer dan Tanjung Lesung, wisata religi di kawasan Banten Lama, hingga wisata budaya dan sejarah yang tersebar di beberapa wilayah.


Setiap akhir pekan dan musim liburan, kawasan-kawasan tersebut ramai dikunjungi wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah. Namun, pariwisata tidak hanya soal jumlah kunjungan, tetapi juga tentang pengalaman yang dirasakan oleh wisatawan.


Pengalaman wisata akan terasa lebih berkesan ketika wisatawan tidak hanya menikmati tempat, tetapi juga merasakan kehidupan dan budaya lokal.


Disinilah peran industri kreatif menjadi penting. Produk kuliner khas, kerajinan tangan, seni pertunjukan, hingga karya kreatif berbasis digital dapat menjadi pelengkap pariwisata yang memberi nilai tambah.


Kehadiran industri kreatif membuat pariwisata lebih hidup dan memiliki ciri khas tersendiri.


Di Banten, peluang pengembangan industri kreatif sebenarnya cukup terbuka. Budaya lokal yang beragam, tradisi masyarakat, serta sejarah panjang daerah ini menjadi modal yang berharga.


Berbagai kegiatan seni dan budaya yang digelar di sejumlah daerah menunjukkan bahwa kreativitas masyarakat terus tumbuh.


Jika dikelola dengan baik, potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi produk kreatif yang mendukung sektor pariwisata.


Perkembangan teknologi dan media digital juga membuka peluang baru bagi pelaku industri kreatif.


Media sosial kini menjadi sarana promosi yang cukup efektif untuk memperkenalkan produk lokal kepada wisatawan.


Banyak wisatawan mencari referensi destinasi, kuliner, dan oleh-oleh melalui platform digital sebelum berkunjung. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri kreatif untuk memperluas jangkauan pasar mereka.


Meski demikian, pengembangan industri kreatif di Banten masih menghadapi sejumlah tantangan. Tidak semua pelaku kreatif memiliki akses yang memadai terhadap pembinaan dan pelatihan.


Sebagian masih bergerak secara mandiri dengan keterbatasan pengetahuan mengenai pemasaran, pengemasan produk, dan pemanfaatan teknologi. Kondisi ini membuat potensi yang ada belum sepenuhnya berkembang secara optimal.


Selain itu, kolaborasi antara pelaku industri kreatif dan pengelola pariwisata masih perlu diperkuat. Produk kreatif lokal sering kali belum menjadi bagian utama dari pengalaman wisata.


Padahal, jika ada kerja sama yang baik, produk lokal dapat menjadi daya tarik tambahan sekaligus sumber pendapatan bagi masyarakat sekitar destinasi wisata.


Pengembangan industri kreatif membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menyediakan ruang pembinaan, pelatihan, dan promosi.


Di sisi lain, pelaku industri kreatif juga perlu terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar. Pendekatan yang sederhana namun berkelanjutan akan membantu industri kreatif tumbuh secara bertahap.


Jika industri kreatif dan pariwisata dapat berjalan beriringan, manfaatnya akan dirasakan secara lebih luas. Tidak hanya wisatawan yang mendapatkan pengalaman yang lebih kaya, tetapi juga masyarakat lokal yang memperoleh peluang ekonomi. Dengan demikian, pariwisata dapat berkembang secara lebih inklusif dan berkelanjutan.


Ke depan, industri kreatif berpotensi menjadi bagian penting dari penguatan pariwisata di Banten. Dengan pengelolaan yang tepat, sektor ini dapat memberikan warna tersendiri bagi pariwisata daerah sekaligus memperkuat identitas lokal Banten di mata wisatawan.***