Notification

×

Iklan

Sosialisasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA), Mahasiswa KKM 49 Universitas Bina Bangsa Dorong Pemanfaatan Pekarangan untuk Kesehatan Keluarga

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 8/08/2026 10:00:00 AM WIB Last Updated 2026-08-08T03:00:45Z

Sukamanah, 26 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 49 Universitas Bina Bangsa melalui Bidang 4 (Lingkungan Hidup, Ketahanan Pangan, dan Kesehatan Masyarakat) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) pada Minggu, 26 Juli 2026, bertempat di Kantor Desa Sukamanah. Kegiatan ini diikuti oleh 16 peserta yang berasal dari masyarakat Desa Sukamanah.


Sumber Dokumentasi: KKM 49 Uniba

Kegiatan sosialisasi tersebut merupakan salah satu bentuk upaya mahasiswa KKM dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan lingkungan sekitar, khususnya pekarangan rumah, sebagai salah satu sumber tanaman yang dapat mendukung kesehatan keluarga. Melalui pemanfaatan TOGA, masyarakat diharapkan tidak hanya memiliki lingkungan yang lebih hijau dan produktif, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai tanaman yang secara tradisional telah dimanfaatkan untuk membantu menjaga kesehatan.


Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai manfaat Tanaman Obat Keluarga (TOGA), memberikan edukasi tentang cara penanaman dan perawatannya, serta mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber tanaman obat yang dapat menunjang kesehatan keluarga.


Materi sosialisasi disampaikan oleh Aulia Nur Falakh, mahasiswi Jurusan Administrasi Rumah Sakit sekaligus anggota KKM 49 Universitas Bina Bangsa. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan pengertian TOGA, manfaat tanaman obat bagi kehidupan sehari-hari, jenis-jenis tanaman yang mudah dibudidayakan di lingkungan rumah, serta cara sederhana dalam menanam dan merawatnya.


Beberapa tanaman yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut antara lain jahe, kunyit, kencur, serai, daun sirih, dan tanaman herbal lainnya yang relatif mudah ditemukan dan dibudidayakan di lingkungan masyarakat. Peserta juga diberikan pemahaman bahwa pemanfaatan tanaman obat perlu dilakukan secara bijak dan sesuai dengan kebutuhan. Tanaman herbal dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan, namun penggunaannya tetap perlu memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing serta tidak menggantikan pengobatan medis yang diperlukan.


Selain membahas manfaat tanaman, narasumber juga memberikan penjelasan mengenai pemilihan media tanam, kebutuhan sinar matahari, penyiraman, pemupukan, serta perawatan tanaman secara sederhana. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat untuk mulai membangun kebun TOGA sederhana di pekarangan rumah, baik dengan menggunakan lahan secara langsung maupun memanfaatkan pot dan wadah bekas yang masih layak digunakan.


Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Masyarakat tidak hanya menyimak materi yang disampaikan, tetapi juga aktif berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan mengenai tanaman yang dapat ditanam di lingkungan rumah serta cara perawatannya. Interaksi tersebut menciptakan suasana sosialisasi yang komunikatif sehingga materi yang diberikan dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan.


Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya KKM Kelompok 49 Universitas Bina Bangsa untuk mendorong pemanfaatan potensi lingkungan Desa Sukamanah secara berkelanjutan. Pemanfaatan pekarangan untuk menanam TOGA dinilai dapat memberikan manfaat ganda, yaitu menciptakan lingkungan yang lebih hijau sekaligus menyediakan tanaman yang dapat dimanfaatkan oleh keluarga.


Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKM 49 berharap masyarakat Desa Sukamanah dapat mulai menerapkan pengetahuan yang diperoleh dengan memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing. Dengan adanya kesadaran dan partisipasi masyarakat, budidaya TOGA diharapkan dapat berkembang menjadi kebiasaan positif yang mendukung kesehatan keluarga, ketahanan pangan, serta kelestarian lingkungan.


Kegiatan Sosialisasi TOGA tersebut sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa KKM tidak hanya hadir untuk melaksanakan program kerja, tetapi juga berupaya memberikan edukasi yang bersifat praktis dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan program yang berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Sukamanah.