Serang – Kepedulian terhadap persoalan lingkungan dan tantangan yg terus dihadapi oleh masyarakat karundang mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (UNIBA) Kelompok 03 untuk menghadirkan sebuah inovasi sederhana berupa insinerator atau tempat pembakaran sampah dengan desain minim asap di Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.
Inovasi tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa KKM Kelompok 03 dalam membantu masyarakat menangani persoalan sampah rumah tangga sekaligus mendorong penerapan pengelolaan sampah yang lebih tertib dan ramah lingkungan.
Gagasan pembuatan insinerator ini berangkat dari kondisi di lapangan, di mana sampah masih menjadi salah satu persoalan yang membutuhkan perhatian bersama. Sebelumnya, pembakaran sampah secara terbuka berpotensi menimbulkan asap yang mengganggu lingkungan sekitar.
Melalui inovasi tersebut, mahasiswa KKM Kelompok 03 mencoba menghadirkan alternatif tempat pembakaran yang lebih terarah. Insinerator dirancang dengan ruang pembakaran yang memungkinkan proses pembakaran berlangsung lebih terkendali sehingga asap yang dihasilkan dapat diminimalkan dibandingkan pembakaran sampah secara terbuka.
Ketua KKM UNIBA Kelompok 03, Dimas Saputra, mengatakan inovasi tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa kepada masyarakat melalui solusi sederhana yang dapat diterapkan dan di contoh bagi para ketua RT untuk diterapkan di lingkungan sekitar.
“Pembuatan insinerator ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami terhadap persoalan sampah. Kami ingin menghadirkan solusi yang sederhana, mudah dipahami masyarakat, dan dapat membantu mengurangi kebiasaan membakar sampah secara terbuka,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan alat tersebut bukan dimaksudkan sebagai satu-satunya solusi dalam mengatasi persoalan sampah. Masyarakat tetap didorong untuk melakukan pemilahan sampah, mengurangi sampah dari sumbernya, serta memanfaatkan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna.
“Yang paling penting bukan hanya membakar sampah, tetapi bagaimana masyarakat mulai memahami bahwa sampah harus dikelola. Sampah yang masih bisa dimanfaatkan atau didaur ulang sebaiknya dipisahkan terlebih dahulu,” tambahnya.
Program tersebut juga sejalan dengan fokus KKM UNIBA 2026 yang mendorong mahasiswa menghadirkan inovasi konkret dalam menjawab persoalan sampah di masyarakat. Pada pelaksanaan KKM tahun ini, UNIBA memang menempatkan pengelolaan sampah sebagai salah satu isu yang mendapat perhatian melalui pendekatan inovasi dan teknologi.