Notification

×

Iklan

750 Anak PAUD di Malingping Ikuti Pengenalan Manasik Haji

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10/10/2026 11:50:00 AM WIB Last Updated 2026-10-10T04:50:40Z


SWARABANTEN
- Sebanyak 750 siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari 28 lembaga Taman Kanak-Kanak (TK) dan Kelompok Bermain (Kober) se-Kecamatan Malingping mengikuti kegiatan pengenalan manasik haji pada Sabtu (10/10/2026).


Kegiatan ini merupakan salah satu upaya mengenalkan rukun Islam kelima kepada anak-anak sejak usia dini melalui simulasi dan peragaan tahapan ibadah haji.


Dalam kegiatan tersebut, para peserta diperkenalkan dengan berbagai tahapan ibadah haji, mulai dari mengenakan pakaian ihram, membaca niat, hingga melafalkan kalimat tarbiyah.


Ketua pelaksana peragaan manasik Haji tingkat PAUD Kecamatan Malingping, Kokom Komalasari, mengatakan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 750 siswa dari 28 TK dan Kober. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.


"Alhamdulillah, sebanyak 750 siswa PAUD dari 28 TK dan Kober di Kecamatan Malingping dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan berjalan lancar," kata Kokom.


Ia menjelaskan, peserta juga diperkenalkan dengan tahapan wukuf, yakni duduk dengan tenang di tenda atau ruang simulasi sambil berdoa dan melafalkan zikir serta talbiyah. Selain itu, anak-anak mengikuti simulasi salat dua rakaat di area yang diumpamakan sebagai Masjidil Haram.


"Semua rangkaian tahapan yang berkaitan dengan ibadah haji tidak ada yang terlewatkan, termasuk tawaf, sai, dan lempar jumrah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi tahalul, minum air zamzam, serta makan kurma," ujarnya.


Menurut Kokom, kegiatan pengenalan manasik haji tersebut merupakan program tahunan yang bertujuan mengenalkan rukun Islam kelima sekaligus menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada anak-anak sejak dini.


Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat membantu anak-anak mengenal dan menghafal bacaan talbiyah serta memahami makna dan kedudukan Ka'bah dalam pelaksanaan ibadah haji.


"Melalui kegiatan ini, mudah-mudahan anak-anak juga memahami pentingnya melatih fisik melalui simulasi tawaf, sai, dan lempar jumrah. Yang lebih penting, kegiatan ini dapat melatih kedisiplinan serta meningkatkan rasa percaya diri anak dalam kehidupan sosial," pungkasnya.**