DPRD Laksanakan Kunker, Kumala Nilai Miskin Inovasi

Posted by On Juni 13, 2020


SwaraBanten.com- Sejumlah aktivis Keluarga Mahasiswa Lebak (KUMALA) Melakukan unjuk rasa terkait ulah Anggota DPRD Lebak yang Kunker (Red_Kunjungan Kerja) di masa pandemi Covid-19. Rangkasbitung. Jumat, (12/06/2020)

Pengurus Koordinator KUMALA Ahmad Jayani menilai, Kunker tersebut dinilai kurangnya Inovasi pada kinerja DPRD Lebak.

"Seharusnya Dewan Rakyat Daerah yang terhormat memberikan contoh yang inovatif terhadap masyarakat Lebak, apa salahnya Kunker dilakukan via virtual, mengingat sekarang masih meningkatnya kasus Covid-19."

Ahmad Jayani menambahkan, dengan kunker menggunakan virtual bukan hanya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 tetapi bisa meminimalisir pengeluaran anggaran.

"Coba kalau Dewan yang kunker menggunakan virtual, bukan hanya menbantu para tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19 tetapi para Dewan bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan disamping itu bisa meminimalisir pengeluaran anggaran Daerah," katanya.

Jayani juga mengatakan, Kumala meminta Anggota DPRD Kab. Lebak harus berinovasi dalam menjalankan Kunker dan kami meminta anggaran Kunker di refocusing untuk penanganan Covid-19.

Ketua BPK (Badan Penasehat KUMALA) Erwin Salpa Riansi menambahkan, anggota DPRD ini tidak peka dengan kondisi saat ini, serasa tidak sabaran untuk melakukan kunker, padahal Covid 19 belum sepenuhnya normal apalagi di tambah sedang meningkatnya yang terkonfirmasi positif di Kab Lebak.

"Apa yang sedang di lakukan anggota DPRD Lebak ini sama halnya menyakiti hati rakyat Lebak," tutupnya.(dil/red)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »