Notification

×

Iklan

Mengolah Sampah Rumah Tangga Jadi Sumber Ekonomi, Pemkot Tangsel Dorong Budidaya Maggot

Jumat, 30 Januari 2026 | Januari 30, 2026 WIB Last Updated 2026-01-30T00:01:28Z


SWARABANTEN
- Budidaya maggot jadi bagian dari solusi pengelolaan sampah organik yang dinilai efektif, murah, dan berkelanjutan, terutama di tingkat rumah tangga dan lingkungan permukiman.


Menurut Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan, maggot mampu mengurai sampah organik secara cepat sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.


Disampaikan, pelatihan budidaya maggot kepada masyarakat ini menjadi bagian penting dalam strategi pengurangan sampah dari sumbernya.


“Pakan maggot itu gratis, dari sampah kita sendiri. Tinggal bagaimana kita kelola dan pastikan ada pasar yang menyerap hasilnya,” ujar Pilar, dalam keterangannya yang diakses media ini pada Jumat 30 januari 2026.


Lanjut Pilar, sisa makanan dan sampah organik rumah tangga yang selama ini berakhir di tempat pembuangan dapat dimanfaatkan sebagai pakan maggot.


Selain mengurangi volume sampah, hasil budidaya maggot dapat dijual atau dimanfaatkan sebagai pakan ternak, ikan, hingga bahan baku pertanian.


Pilar menekankan, pengelolaan sampah berbasis maggot harus berjalan seiring dengan penguatan bank sampah di setiap lingkungan. 


Bank Sampah

Pemerintah Kota Tangerang Selatan pun mendorong agar setiap RW memiliki dan mengaktifkan bank sampah sebagai simpul pengelolaan sampah warga.


“Kalau bank sampah sudah ada, harus disukseskan. Kalau belum ada, harus dibentuk. Ini harus jadi perhatian serius RW dan warga, karena pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah,” ujar Pilar.


Menurut Pilar, keberhasilan pengelolaan sampah tidak ditentukan oleh teknologi semata, melainkan perubahan kebiasaan masyarakat. 


Ia berharap budidaya maggot menjadi gerakan bersama yang tumbuh dari kesadaran warga dalam memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah.


"Pendekatan berbasis masyarakat seperti bank sampah dan budidaya maggot perlu diperluas agar menjadi kebiasaan kolektif, bukan sekadar program sesaat. Dengan keterlibatan warga, saya yakin, pengelolaan sampah ini dapat berjalan lebih berkelanjutan dan memberikan manfaat lingkungan sekaligus ekonomi," pungkasnya.**