Notification

×

Iklan

Ribuan Jemaah Hadiri Haul Akbar ke-37 Mantan Wedana Cilangkahan Abuya Ibrahim Bin H Ahmad

Jumat, 26 Juni 2026 | Juni 26, 2026 WIB Last Updated 2026-06-26T02:56:54Z


SWARABANTEN
-
Ribuan Jemaah memadati pelaksanaan haul ke-37 Almaghfurlah Abuya Ibrahim Bin H Ahmad.


Kegiatan diisi dengan kegiatan dzikir dan pengajian, yang berlangsung di halaman Majelis Taklim Mathlabu Hidayah, Desa Pagelaran Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak, Kamis (25/6/2026) malam.


Acara yang dimulai pukul 20.00  wib yang diikuti ribuan jemaah dari beberapa kecamatan serta para tokoh agama, tokoh masyarakat yang ada di wilayah Lebak selatan.


Kepada SwaraBanten, pihak keluarga. KH Jamil M Yunus, mengatakan penyelenggaraan haul ini berjalan lancar, aman dan tertib.


Menurutnya, kegiatan haul ini diharapkan dapat mempererat tali silaturrahmi dengan semua pihak terutama keluarga bahkan dengan haul ini dapat lebih memperkuat persatuan dan persaudaraan.


"Alhamdulillah rangkaian haul Akbar ke-37 Buya Ibrahim Bin H Ahmad ini berjalan dengan lancar, oleh karenya sebagai perwakilan keluarga menghaturkan terimakasih atas curahan tenaga, pemikiran, materi dan terpenting doa hingga terselenggaranya haul ini," katanya.


Hadir pada kesempatan tersebut, Sekwan DPRD Banten, Kabiro Umum Setda provinsi Banten,  Wakasau, kepala BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Banten dan Kepala BPJS Kota Serang, Camat Malingping, Camat Bayah, Camat Panggarangan, Kapolsek Malingping dan Danramil Malingping, serta Kepala Desa Pagelaran.


Sekilas tentang Abuya Ibrahim


Sebagai catatan perjuangan, haul ini mengingatkan akan kegigihan Abuya Ibrahim saat memimpin pemerintahan, sebagai wedana Cilangkahan pertama.


Sekitar tahun 1945-1946 atas perintah dan gurunya  pada saat itu menjabat Residen Banten yaitu KH. TB. Ahmad Khotib, Abuya Ibrohim Bin H, Ahmad kemudian di angkat menjadi Wedana Pertama Cilangkahan hingga sampai tahun 1950, setelah Agresi Milite Belanda II berakhir.


Selanjutnya Abuya Ibrohim bin H Ahmad berhenti menjadi Wedana pertama Cilangkahan atas dasar permohonan dirinya kepada atasannya, yang sekaligus gurunya yaitu Abuya Hasan Kebagusan yang saat itu menjabat sebagai Bupati Lebak, untuk di teruskan kepada Residen Banten KH. TB. Ahmad Khotib yang juga sama, merupakan gurunya.


Alasan pengunduran beliau adalah pertama, keamanan Negara sudah mulai berangsur pulih pasca Agresi Belanda II.


Alasan Kedua ingin kembali mengurus santri dan bersama masyarakat di Desa Pagelaran.


Dalam permohonan pengunduran dirinya, Abuya Ibrahim juga memohon agar semua data administrasi dirinya, sebagai wedana untuk di hapuskan atau tidak di dokumentasikan dalam bentuk arsip maupun data data lainnya.


Perjalanan hidup beliau mantan wedana Cilangkahan pertama ini, didapat berdasarkan keterangan dari kesaksian keluarga maupun orang yang mengalami pada masanya.


Setelah berhenti jadi wedana, Abuya Ibrohim bin H. Ahmad, beliau kembali fokus mengurus santri dan mengisi pengajian di beberapa majelis ta’lim di daerah Malingping, khususnya pengajian majelis ta’lim yg beliau dirikan bersama masyarakat pagelaran, dan masih aktif sampai hari ini yaitu Majelis taklim Mathlabul Hidayah Pagelaran.


Beliau wafat dan di makamkan di komplek pemakaman keluarga, di area pesantren Maulana Yusuf Pagelaran Kecamaan Malingping.***