Desa Tambiluk, 25 Juli 2026 – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 41 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) Desa Tambiluk, Kecamatan Petir, menyelenggarakan seminar bertema "Literasi Digital dan Keamanan Akun dalam Menghadapi Ancaman Kejahatan Siber" pada Sabtu, 25 Juli 2026, pukul 09.00–12.00 WIB, bertempat di Kantor Desa Tambiluk, Kabupaten Serang.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Bidang 5 KKM UNIBA Kelompok 41 sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya literasi digital dan keamanan siber di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Seminar ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat agar mampu memanfaatkan teknologi secara aman, bijak, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Seminar menghadirkan Faisal Akhmad, S.Kom., M.T.I. sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya menjaga keamanan akun digital, mengenali berbagai bentuk kejahatan siber seperti phishing, pencurian data pribadi, penyalahgunaan kode OTP, serta cara membuat kata sandi yang kuat dan aman. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga privasi di dunia digital serta memanfaatkan teknologi secara positif.
Kegiatan ini dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Anton Nasrullah, S.Pd., M.Pd., Dosen Pendamping Lapangan Dr. Oktavianto Setyo Nugroho, Korcam Asnawi, S.H., M.H., Kepala Desa Tambiluk Akhmad Kosim, para Ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, serta warga Desa Tambiluk yang mengikuti seminar dengan antusias.
Dalam penyampaiannya, Faisal Akhmad, S.Kom., M.T.I., mengatakan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan data dan akun digital.
"Kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan data dan akun digital. Literasi digital bukan hanya tentang mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara melindungi diri dari berbagai ancaman kejahatan siber yang terus berkembang," ujar Faisal Akhmad.
Seminar berlangsung secara interaktif melalui sesi penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan mengenai keamanan media sosial, perlindungan data pribadi, berbagai modus penipuan digital, hingga langkah-langkah yang harus dilakukan apabila menjadi korban kejahatan siber.
Ketua KKM UNIBA Kelompok 41, Sahrul, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap meningkatnya penggunaan teknologi digital di tengah masyarakat. Menurutnya, kemampuan menggunakan teknologi harus diiringi dengan pemahaman mengenai keamanan digital agar masyarakat terhindar dari berbagai bentuk kejahatan siber.
"Kami berharap melalui seminar ini masyarakat tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi untuk menunjang aktivitas sehari-hari, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga keamanan akun dan data pribadi. Edukasi seperti ini menjadi bekal penting dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat," ujar Sahrul.
Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Anton Nasrullah, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi terselenggaranya seminar yang mengangkat tema literasi digital. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen edukasi yang mampu menjembatani kebutuhan masyarakat terhadap informasi dan perkembangan teknologi.
Sementara itu, Kepala Desa Tambiluk, Akhmad Kosim, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKM UNIBA Kelompok 41 yang telah menghadirkan kegiatan edukatif dengan tema yang relevan dengan kondisi saat ini. Menurutnya, meningkatnya penggunaan teknologi digital harus diimbangi dengan pemahaman masyarakat mengenai keamanan siber agar terhindar dari berbagai bentuk penipuan dan penyalahgunaan data pribadi.
Melalui seminar ini, masyarakat Desa Tambiluk memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya literasi digital dan keamanan siber. Peserta memahami pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi, kata sandi, dan kode OTP, mampu mengenali berbagai modus penipuan online beserta cara menghindarinya, serta semakin sadar akan pentingnya menggunakan media digital secara aman, bijak, dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini juga memperkuat komunikasi dan kerja sama antara mahasiswa KKM, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung transformasi digital yang aman. Antusiasme dan respons positif dari para peserta menunjukkan bahwa edukasi mengenai literasi digital sangat dibutuhkan, sehingga diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada masa mendatang sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghadapi tantangan di era digital.