Notification

×

Iklan

Politisi PKS Soroti Wafatnya dr. Siti Zahra Maghfira: Perlindungan Nakes Harus Jadi Garda Terdepan

Selasa, 28 Juli 2026 | 7/28/2026 08:56:00 PM WIB Last Updated 2026-07-28T13:56:58Z

Netty Prasetiyani Aher. (DPR RI/Mentari/Mahendra)

SWARABANTEN - P
eristiwa wafatnya dokter internship, dr. Siti Zahra Maghfira, menjadi sorotan DPR RI.


Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher menyampaikan belasungkawa atas meninggal dokter internship tersebut.


Berkaitan dengan hal tersebut, Ia menegaskan pentingnya penguatan perlindungan tenaga kesehatan (nakes) secara menyeluruh agar para tenaga medis dapat menjalankan tugasnya dengan aman, profesional, dan bermartabat.


Netty berharap keluarga almarhumah diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.


Ia juga mengajak seluruh pihak menghormati proses penyelidikan yang tengah dilakukan aparat penegak hukum dan tidak berspekulasi mengenai penyebab meninggalnya korban sebelum hasil investigasi resmi diumumkan.


"Mari kita menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Kita tidak perlu berspekulasi ataupun menarik kesimpulan sebelum seluruh fakta terungkap secara utuh oleh pihak yang berwenang," ujar Netty dalam keterangan tertulis, yang diakses SwaraBanten pada Selasa (28/7/2026).


Perlindungan Nakes

Dalam pandangan Netty, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap tenaga kesehatan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan harus terus diperkuat.


Perlindungan itu tidak hanya menyangkut aspek keselamatan kerja, tetapi juga lingkungan kerja yang sehat, sistem pembinaan, kesejahteraan, serta dukungan terhadap kesehatan fisik dan mental tenaga kesehatan.


"Negara perlu terus memastikan tenaga kesehatan memperoleh perlindungan yang komprehensif agar mereka dapat menjalankan tugas secara profesional, aman, dan bermartabat. Perlindungan terhadap tenaga kesehatan pada akhirnya juga akan berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat," tegasnya.**