Notification

×

Iklan

Retak di Jalan Program Bang Andra: Aktivis Tuding Lemahnya Pengawasan, PUPR Banten Masih Slow Respon

Jumat, 07 Agustus 2026 | 8/07/2026 08:16:00 PM WIB Last Updated 2026-08-07T13:24:11Z


SWARABANTEN
-  Pelaksanaan proyek pekerjaan pembangunan konektivitas jalan Cihagaru-Cimenga Desa Kadujajar Kecamatan Malingping, disorot pegiat sosial kemasyarakatan.


Menurut Momon, pelaksanaan pekerjaan yang dikerjakan CV Adreena Karya, senilai 2, 5 Miliar, minim pengawasan.


"Faktanya, terdapat sejumlah keretakan pada bangunan jalan beton pada Program BangAndra tersebut," kata Momon, Sabtu, (7/8/2026.


Momon sangat menyayangakan, pihak Dinas Pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) Banten, kurang melakukan pengawasan.


Terlebih, kegiatan pekerjaan tersebut melibatkan konsultan pengawas yang dibayar oleh pajak negara.



"Dari hasil data lapangan selama investigasi, ada beberapa catatan terutama beton, bisa saja itu retak akibat struktur pekerjaan yang tidak tepat," sambung Momom.


"Seperti dalam perawatan beton yang tidak optimal salahsatunya curing lambat dilakukan bahkan baru beberapa hari saat beton kering itupun dilakukan penyiraman manual," tambahnya.


Lebih lanjut, Momon juga menyampaikan, bahwa dalam melakukan cutting itu tidak segera dilakukan.


Mestinya 8 jam saat beton turun itu harus segera dilakukan. Namun kenyataanya masih ada beton yang sudah kering itu belum dilakukan cutting.


"Saya kira pihak dinas terutama pengawas lapangan mesti jeli dalam aspek pembangunan termasuk dalam melakukan pemadatan, sebab pekerjaan tersebut tidak menggunakan lantai kerja oleh karenya pemadatannya harus benar-benar maksimal," ujarnya.


Hingga berita ini dirilis, Kabid Bina Marga pada Dinas PUPR PROV Banten, Sandy, belum merespon konfirmasi awak media.*